Usaha Kemasan Hampers Lendy Tembus Pasar Nasional dan Internasional
Sumber Foto: RRI.co.id
Ekonomi

Usaha Kemasan Hampers Lendy Tembus Pasar Nasional dan Internasional

Aspek News - RRI.CO.ID, Blitar - Di balik maraknya kiriman hampers setiap Ramadan, ada peran pelaku usaha kemasan yang jarang tersorot. Dari sebuah rumah produksi di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, ribuan boks hampers dikirim ke berbagai penjuru Indonesia.

Lendy Renora (33) memulai usaha kemasan ini dari skala kecil pada 2018. Berbekal ketertarikan pada desain dan kebutuhan pasar yang terus berkembang, ia memilih fokus memproduksi boks hampers custom untuk pelaku UMKM hingga perusahaan.

"Dulu mulai tertarik di bidang ini sebelum Covid-19 atau di tahun 2018 lalu," ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Ramadan 2026 menjadi salah satu periode tersibuk. Dalam sepekan awal puasa, pesanan melonjak signifikan dibanding bulan biasa. Jika hari normal memproduksi sekitar 100-150 boks, menjelang Lebaran jumlahnya bisa meningkat hingga hampir sepertiga lebih banyak.

"Paling ramai itu dua minggu sebelum Lebaran. Banyak klien minta desain khusus dengan logo atau warna identitas brand mereka. Sudah ada 4.000 boks yang terkirim," kata dia.

Pasarnya tidak lagi sebatas Blitar atau Jawa Timur. Pesanan datang dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Kalimantan hingga kawasan timur Indonesia. Bahkan beberapa kali ia menerima permintaan pengiriman ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.

Menurut Lendy, perubahan perilaku konsumen ikut mendorong pertumbuhan bisnisnya. Kini, pembeli cenderung memilih kemasan yang kokoh, estetik, dan fotogenik untuk kebutuhan promosi.

Harga yang dipatok bervariasi, menyesuaikan ukuran, bahan, dan tingkat kerumitan desain. Meski bersaing dengan produk pabrikan, ia mengandalkan keunggulan pada layanan custom dan fleksibilitas jumlah pesanan.

Perkembangan usaha tersebut juga berdampak sosial. Sekitar 30 warga sekitar terlibat dalam proses produksi, mulai dari perakitan, finishing, hingga pengepakan. Sebagian ibu rumah tangga diberi kesempatan mengerjakan pesanan dari rumah agar tetap bisa mengurus keluarga.

"Yang disini ada 15 orang, dan ibu-ibu sekitar 15 orang juga. Semuanya warga sekitar sini," terang dia.

Bagi Lendy, bisnis kemasan bukan sekadar soal kotak pembungkus, tetapi bagian dari strategi branding. Selama tradisi berbagi hampers masih diminati, ia optimistis peluang pasar tetap terbuka luas dari desa hingga tingkat nasional.