Seskab Tegaskan Perhatian Pemerintah Prabowo Terhadap Guru Melalui Tiga Fakta
Aspek News - JAKARTA, KOMPAS.TV- Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membantah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak memberikan perhatian kepada guru-guru.
“Ada lagi yang bilang, guru-guru tidak diperhatikan. Faktanya, ada tiga nih. Satu, mengenai guru honorer. Saya mau sampaikan bahwa secara kewenangan guru honorer itu ada di bawah pemerintah daerah. Tapi pemerintah pusat memberi insentif,” ungkap Teddy dalam keterangannya sebagaimana laporan Jurnalis KompasTV Cindy Permadi pada Sabtu (28/2/2026).
“Insentif itu bukan gaji, insentif itu tambahan. Dan tambahannya ini berapa? Dari tahun 2005 sampai 2025 ada namanya insentif dan baru naik di jaman Presiden Prabowo menjadi Rp400 ribu. Jadi anda bayangkan, selama 20 tahun insentif itu belum pernah naik. Baru naik di tahun lalu menjadi Rp400 ribu.”
Kedua, lanjut Teddy, pemerintahan Prabowo juga memberikan tunjangan kepada guru non-aparatur sipil negara. Padahal di era sebelumnya guru-guru non-ASN ini tidak pernah mendapatkan tunjangan.
“Ada tunjangan guru non-ASN. Jumlahnya berapa? Dari Rp 1,5 juta tahun lalu naik menjadi Rp2 juta,” jelas Teddy.
Kemudian ketiga, kata Teddy, yang paling dirasakan oleh guru-guru adalah pemberian tunjangan honor di era Prabowo menjadi setiap bulan dari sebelumnya tiga bulan sekali.
“Itu (pemberian tunjangan guru) melalui transfer ke daerah. Dari daerah yang beri dan itu 3 bulan sekali baru dapat. Nah, tahun lalu Presiden memberi instruksi agar setiap bulan itu langsung diberikan langsung ke gurunya dan sudah berjalan,” kata Teddy.
Atas dasar itu, Teddy menegaskan tidak ada program pendidikan yang dicurangi atau tidak berjalan.
“Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Dan lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya,” tegas Teddy.




