Visualisasi Jalan Salib di Surabaya: Menggugah Makna Pengorbanan Yesus dalam Kehidupan Sehari-hari
Aspek News - RADAR SURABAYA - Gereja Katolik Santo Vincentius A Paulo Surabaya menggelar visualisasi Jalan Salib sebagai bagian dari perayaan Jumat Agung Paskah, Jumat (3/4).
Acara yang menampilkan pengorbanan Yesus Kristus disaksikan oleh ribuan umat dengan khidmat, bahkan tak sedikit yang menangis menyaksikan penderitaan hingga pengorbanan Yesus di kayu salib.
Menurut ketua panitia Visualisasi Jalan Salib, David Palmafrentania, acara ini sejalan dengan tema umum Paskah tahun ini yang bertujuan mengembangkan paroki melalui lima tugas Gereja.
"Kita bisa mendalami, kita bisa dewasa dalam peribadatan, dalam persekutuan, dalam kesaksian, pelayanan, bahkan juga pewartaan yang bisa kita hidupi, kita terapkan di lingkungan kita masing-masing," ucapnya.
Sebanyak 80 hingga lebih dari 100 umat terlibat sebagai pemeran, dengan jumlah umat yang menyaksikan mencapai 1.000 hingga 1.200 orang.
David menekankan keunikan visualisasi tahun ini yang mengambil konteks kehidupan sehari-hari.
"Yang membedakan di sini, titik utamanya yaitu kita mengambil keseharian kita sehari-hari, kehidupan kita sehari-hari. Di mana ada yang berperan sebagai Pilatus, nah itu diibaratkan seperti hakim atau jaksa. Ada yang berperan sebagai rakyat yaitu sebagai kita, umat-umat atau orang-orang awam. Ada yang berperan sebagai Yesus," jelasnya.
Pemeran Visualisasi Jalan Salib terdiri dari berbagai kelompok usia, mulai dari Gen Z, milenial, hingga Bapak-Ibu.
Sementara itu, Sutradara Visualisasi Jalan Salib, Regina Bella Halim menjelaskan bahwa meskipun mengangkat tema sengsara dan wafat Yesus yang biasa dirayakan pada Jumat Agung, acara ini bertujuan memberikan makna yang lebih dalam.
"Kalau misalnya kita hanya melihat sengsara dan wafat Yesus itu hanya sekadar kita nangis-nangis pada saat kita melihat in saya juga pengin nangis gitu kan, tapi setelah itu kita bawa pulang apa?" ujarnya.




