Trump Dorong Rakyat Iran Siap Ganti Rezim Usai Serangan AS-Israel
Aspek News - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: ANTARA/REUTERS/Tom Brenner
jpnn.com, WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa tentara negaranya ikut ambil bagian dalam serangan Israel yang menyasar wilayah Iran, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Trump, serangan itu demi meruntuhkan rezim penguasa Republik Islam Iran yang menjadi ancaman bagi kepentingan AS.
“Tujuan kami ialah mempertahankan rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman langsung dari rezim Iran,” ujar Trump melalui unggahan video di Truth Social.
Baca Juga:
Iran Lakukan Serangan Balasan, Sirene Meraung-raung di Wilayah Israel
Presiden ke-45 dan ke-47 AS itu berkoar bahwa ambisi Iran akan senjata nuklir harus dipupus.
“Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” ucapnya.
Serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran itu menyasar sejumlah kota, antara lain, Tehran, Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Karaj.
Baca Juga:
AS-Israel Serang Iran, Ayatollah Ali Khamenei di Lokasi Aman
Serangan tersebut juga menyasar markas intelijen Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sehingga menimbulkan ledakan besar di Tehran.
Trump pun mendesak militer Iran segera meletakkan senjata. Presiden dari Partai Republik itu menyerukan kepada rakyat Iran untuk bersiap-siap membentuk pemerintahan baru.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak militer Iran segera meletakkan senjata dan bersiap membentuk pemerintahan baru pengganti rezim saat ini.
1
2
Next
Last »
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News
Buka Komentar
TAGS Iran Perang Israel-Iran Donald Trump nuklir
BERITA TERKAIT
AS Minta Israel Hormati Proses Perdamaian di Timur Tengah
Iran Peringatkan AS: Melanggar Kesepakatan Bakal Menerima Tamparan Lebih Keras
Pernyataan Terbaru Trump Pasca-Penandatanganan Kesepakatan Damai AS – Iran
Trump Peringatkan Iran: Serangan AS Bisa Berlanjut Jika Kesepakatan Damai tak Dipatuhi
Inilah 14 Poin Kesepakatan Damai AS - Iran
Perdamaian Iran-AS Rapuh, Ekonom Minta Pemerintah Tetap Waspada




