Ternak Hemat Lahan untuk Bisnis Sampingan di 2026
Sumber Foto: Liputan6.com
Ekonomi

Ternak Hemat Lahan untuk Bisnis Sampingan di 2026

Budidaya ikan lele dalam ember sangat populer bagi penduduk perkotaan dengan sisa ruang terbatas di teras rumah. Penggunaan ember plastik berukuran besar memungkinkan pembesaran puluhan ekor lele sekaligus penanaman sayuran di atasnya.

Sistem yang dikenal sebagai “budikdamber” ini sangat hemat air dan tidak memerlukan instalasi pipa yang rumit. Selain menghasilkan protein hewani, metode ini menyediakan asupan sayuran segar untuk konsumsi harian.

2. Ternak Burung Puyuh

Burung puyuh merupakan pilihan utama bagi yang ingin memaksimalkan ruang vertikal dengan kandang sistem bertingkat. Ukuran tubuhnya yang kecil membuat satu meter persegi lahan mampu menampung puluhan ekor puyuh petelur sekaligus.

Perawatannya cenderung praktis karena fokus utamanya hanya pada pemberian pakan yang rutin dan menjaga kebersihan alas kandang. Hasil panen berupa telur puyuh setiap hari memberikan perputaran uang yang sangat cepat bagi pemiliknya.

3. Budidaya Jangkrik

Budidaya ternak selanjutnya yang tidak membutuhkan lahan luas adalah jangkrik. Usaha ternak ini hanya memerlukan beberapa kotak kayu atau kontainer plastik yang bisa disusun rapi di sudut ruangan. Jenis ternak ini sama sekali tidak membutuhkan sinar matahari langsung sehingga sangat cocok dilakukan di dalam area gudang atau garasi.

Bahan makanannya pun sangat sederhana, mulai dari sayuran sisa dapur hingga konsentrat ayam dalam jumlah sedikit. Permintaan pasar terhadap jangkrik sebagai pakan burung dan ikan hias selalu tinggi sehingga peluang pasarnya sangat luas.