Tayangan Video Prabowo di Bioskop: Kontroversi dan Kritikan
Sumber Foto: Bloomberg Technoz
Ragam Pandang

Tayangan Video Prabowo di Bioskop: Kontroversi dan Kritikan

Tayangan video yang menampilkan capaian Presiden Prabowo Subianto sebelum pemutaran film di bioskop telah menimbulkan beragam pandangan di masyarakat. Meskipun tayangan ini hanya berlangsung selama sekitar sepekan, video tersebut menuai kritik tajam dari warganet di media sosial.

Organisasi hak asasi manusia, Amnesty International, menyatakan bahwa video tersebut merupakan bentuk propaganda dari Pemerintah Republik Indonesia. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai tayangan itu menampilkan klaim-klaim pencapaian dari berbagai program pemerintah Prabowo yang tidak sepenuhnya mencerminkan realitas.

“Saya kira itu jelas sebuah propaganda. Video tersebut menampilkan sejumlah klaim capaian program pemerintah,” ujar Usman dalam pernyataannya kepada Bloomberg Technoz.

Usman juga mengungkapkan bahwa masih banyak persoalan yang mengemuka terkait program-program yang diusung Prabowo, seperti masalah dalam program makanan bergizi gratis (MBG) yang telah menghabiskan dana besar namun masih menyisakan sejumlah masalah. “Video itu berfungsi untuk menanamkan kebenaran tunggal kepada masyarakat,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Usman menjelaskan bahwa capaian-capaian yang ditonjolkan dalam video tersebut kehilangan makna ketika masih banyak kebijakan yang bermasalah. Ia menggarisbawahi beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dianggap merugikan masyarakat adat dan lingkungan, serta adanya kriminalisasi terhadap aktivis melalui penggunaan pasal-pasal yang dianggap karet.

Dengan berakhirnya tayangan ini, publik diharapkan dapat lebih kritis dalam menilai informasi yang disajikan, terutama yang berkaitan dengan program-program pemerintah.