Strategi BLUD Tingkatkan Efisiensi Pengadaan Barang dan Jasa Melalui Digitalisasi
Sumber Foto: Liputan6.com
Ekonomi

Strategi BLUD Tingkatkan Efisiensi Pengadaan Barang dan Jasa Melalui Digitalisasi

Aspek News - Liputan6.com, Jakarta - Transformasi digital dalam pengelolaan keuangan negara dan daerah terus menjadi agenda strategis pemerintah dalam rangka meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas belanja barang dan jasa.

Salah satu instrumen utama dalam digitalisasi pengadaan tersebut adalah pemanfaatan Lokapasar Mitra LKPP RI yang terintegrasi dalam ekosistem INAPROC dan difasilitasi oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Dalam konteks tersebut, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Puskesmas, serta satuan pendidikan, memiliki fleksibilitas pengelolaan keuangan yang menuntut proses pengadaan yang cepat, mudah, dan tetap akuntabel.

Namun demikian, dalam implementasinya masih terdapat tantangan berupa keterbatasan pemahaman regulasi, adaptasi sistem, serta optimalisasi pemanfaatan lokapasar dalam proses belanja BLUD.

Direktur BLUD dan Barang Milik Daerah Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Yudia Ramli menegaskan bahwa BLUD membutuhkan mekanisme pengadaan yang adaptif, namun tetap menjunjung prinsip tata kelola yang baik.

“BLUD memiliki karakteristik pengelolaan yang fleksibel, sehingga membutuhkan proses pengadaan yang cepat namun tetap tertib administrasi. Pemanfaatan Lokapasar Mitra LKPP RI menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan belanja BLUD dilakukan secara transparan, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Pemanfaatan Lokapasar Mitra LKPP

Ketua Tim Pengembangan Sistem Katalog Elektronik V6 LKPP RI, Mieke Eka Putri, menyampaikan bahwa pemanfaatan Lokapasar Mitra LKPP RI merupakan bagian dari modernisasi sistem pengadaan pemerintah yang semakin terintegrasi.

“Melalui Lokapasar Mitra LKPP RI yang terhubung dengan INAPROC, BLUD dapat melakukan pengadaan secara lebih lincah dan terdokumentasi. Hal ini mendukung transparansi proses belanja sekaligus mempermudah pengawasan dan pertanggungjawaban,” jelasnya.

Pengalaman implementasi pengadaan digital juga disampaikan oleh Direktur RSUD Nene Mallomo Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, dr. Suwarta Yuddin Pande, yang menilai bahwa pemanfaatan lokapasar mitra memberikan dampak positif terhadap operasional layanan kesehatan.

“Belanja pengadaan melalui Lokapasar Mitra LKPP RI membantu kami dari sisi kecepatan proses dan kerapian administrasi. Sistem yang terintegrasi sangat mendukung pengelolaan keuangan BLUD agar lebih tertib dan efisien,” ungkapnya.