Skandal Penipuan Program Makan Bergizi Gratis: Anak Eks Bupati Kampar Dilaporkan
BUKAMATA.CO, PEKANBARU — Program "Makan Bergizi Gratis" (MBG) yang menjadi jualan utama rezim Prabowo Subianto mulai berkelindan dengan aroma busuk penipuan di daerah.
Di Riau, proyek kemanusiaan ini diduga dijadikan alat oleh Jery Varmata putra kandung mantan Bupati Kampar Jefry Noer sekaligus kader Partai Demokrat untuk mengeruk keuntungan pribadi melalui skema kerja sama bodong.
Jery kini harus berhadapan dengan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau. Ia dilaporkan oleh seorang pengusaha, Hardi Dirhamsyah, yang mengaku terjerat tipu daya "dapur mandiri" dengan kerugian mencapai Rp1,35 miliar.
Modus Operandi di Meja Kafe
Bau amis perkara ini bermula pada Juli 2025. Di sebuah kafe di Jalan Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Jery diduga menebar jala janji kepada Hardi.
Memanfaatkan pengaruh politik dan nama besar keluarganya, Jery menawarkan posisi pengelola dapur program MBG.
Siasatnya klasik, korban diminta menyetorkan modal besar, menyewa rumah, hingga melakukan renovasi total demi memenuhi standar operasional dapur.
Iming-imingnya adalah pengembalian modal cepat dan pembagian laba yang menggiurkan begitu nasi kotak mulai didistribusikan.
Namun, bak panggang jauh dari api, saat dapur mulai mengepul pada Oktober 2025, keuntungan yang dijanjikan tak kunjung mendarat di rekening Hardi.
Alih-alih berbagi hasil, Jery diduga mengangkangi seluruh operasional dan pendapatan dapur secara sepihak.
Polisi Mulai Mengendus Pidana
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Muhammad Hasyim Risahondua, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah membedah laporan bernomor LP/B/34/I/2026 tersebut.
"Ya, benar ada (laporan tersebut)," ujar Hasyim singkat melalui pesan daring kepada BUKAMATA.CO, Kamis (19/2).
Bayang-bayang Dinasti dan Politisasi Program
Kasus ini menjadi potret buram bagaimana program nasional yang menyasar perbaikan gizi masyarakat rentan dieksploitasi oleh aktor-aktor lokal yang memiliki akses kekuasaan.
Keterlibatan Jery, yang merupakan bagian dari dinasti politik Jefry Noer di Kampar, menambah dimensi politis dalam perkara ini.
Publik kini menanti keberanian Polda Riau, apakah hukum akan tegak lurus, atau justru melempem di hadapan jaringan politik lokal?.




