Respon PDIP Terkait Penetapan Tersangka Ismael Thomas: Mendalami Kasus dan Mengakui Ketidakkenalan
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Puan Maharani, memberikan pernyataan terkait penetapan tersangka terhadap Ismael Thomas, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi PDIP yang tergabung dalam Komisi I. Puan menekankan bahwa partainya tengah mendalami kasus yang melibatkan kadernya tersebut.
"PDIP tengah mengikuti kasus yang terjadi. Nantinya bagaimana? Nanti kita proses kalau sudah selesai proses gelar perkaranya," ujar Puan saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu (16/8/2023).
Di sisi lain, Ketua Fraksi DPR PDIP, Utut Adianto, menyatakan keprihatinan atas penetapan tersangka terhadap Ismael Thomas, yang ia sebut sebagai teman baik. "Kita kan pasti prihatin, kan teman. Beliau teman baik," ungkap Utut saat ditemui di lokasi yang sama.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP, Effendi Simbolon, mengaku tidak mengenal Ismael Thomas. Meskipun demikian, Effendi menegaskan bahwa PDIP sepenuhnya menyerahkan kasus ini kepada proses hukum yang berlaku. "Nggak akan ada (bantuan hukum). Apalagi dugaannya pemalsuan dokumen, itu sudah kriminal yang luar biasa. Itu monggo (diproses hukum)," kata Effendi saat diwawancarai.
Kejaksaan Agung sebelumnya telah menetapkan Ismael Thomas sebagai tersangka dalam kasus korupsi yang melibatkan PT Sendawar Jaya. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana, mengungkapkan bahwa penetapan tersangka ini berkaitan dengan pemalsuan dokumen perjanjian pertambangan PT Sendawar Jaya.
"Dalam penyidikan tindak perkata korupsi terkait dengan penerbitan dokumen perjanjian pertambangan PT Sendawar Jaya," jelas Ketut pada konferensi pers di Gedung Bundar Kejaksaan Agung pada Selasa (15/8/2023).




