Prabowo Tegaskan Indonesia Masuki Era Baru Investasi Global
PRIORITAS, 21/2/2026 (Jakarta): Pertemuan itu bukan sekadar jamuan diplomatik, melainkan sinyal kuat bahwa Indonesia kian dilirik para pengendali modal global. Di Washington, D.C., Prabowo Subianto bertatap muka langsung dengan jajaran elite bisnis Amerika Serikat, termasuk Todd L. Boehly, CEO Eldridge Industries sekaligus pemilik Chelsea FC dan klub basket Los Angeles Lakers, serta Armen Panossian, CEO Oaktree Capital Management yang juga pemilik Inter Milan.
Kehadiran Todd L. Boehly dan Armen Panossian bersama 12 pengusaha raksasa lainnya dalam pertemuan ini, menandai meningkatnya kepercayaan investor kelas dunia terhadap arah ekonomi Indonesia dan membuka peluang kerja sama strategis lintas sektor di masa depan.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan tertulisnya diterima di Jakarta, Sabtu (21/2/2026) menjelaskan bahwa para pengusaha besar tersebut sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Danantara Indonesia.
Disampaikannya, pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia memasuki era baru iklim investasi yang lebih terbuka, stabil, dan kompetitif.
Selain Todd L. Boehly dan Armen Panossian, tercatat pertemuan tersebut juga dihadiri jajaran pimpinan investasi global, seperti Matt Harris dari BlackRock Founding Partners dan Global Infrastructure Partners, Martin Escobari dari General Atlantic, Al Rabil dari Kayne Anderson, Neil R. Brown dari KKR, Michael Weinberg dari Levine Leichtman Capital Partners, Justin Metz dari Related Fund Management, Luke Taylor dari Stonepeak, Nabil Mallick dari Thrive Capital, Jeffrey Perlman dari Warburg Pincus, dan Seth Bernstein dari Bernstein Equity Partners.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif serta membuka ruang kolaborasi sebesar-besarnya.
“Presiden membuka peluang investasi seluas-luasnya untuk membangun rantai ekonomi dan lapangan pekerjaan yang menguntungkan kepentingan dalam negeri,” ujar Seskab Teddy.
Pertemuan ini sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai negara yang semakin percaya diri, stabil, dan siap menjadi pusat pertumbuhan baru dunia. (P-*/bwl)




