PHDI Apresiasi Kepemimpinan Inklusif Bupati Rusdi dan Gus Shobih
Aspek News - Ringkasan Berita:
PHDI Kabupaten Pasuruan temui Bupati Rusdi Sutejo di Kantor Bupati.
PHDI undang bupati hadir dalam Pawai Ogoh-ogoh menyambut Nyepi.
Masyarakat Tengger apresiasi kepemimpinan Rusdi–Gus Shobih yang dinilai inklusif.
Pelayanan pemerintah disebut dirasakan merata hingga wilayah Tosari.
Pawai Ogoh-ogoh dirancang sebagai simbol toleransi dan kerukunan.
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Sejumlah perwakilan masyarakat Tengger yang tergabung dalam Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Pasuruan mendatangi Kantor Bupati Pasuruan yang ada di Kompleks Raci, Bangil , Jumat (27/2/2026).
Rombongan PHDI ini diterima langsung oleh Bupati Rusdi Sutejo. Dalam kesempatan itu, Ketua PHDI Kabupaten Pasuruan Sukisman menyampaikan kedatangan ke kantor Bupati ini dalam rangka anjangsana masyarakat tengger.
Kedua, ia mewakili masyarakat Tengger ingin memberikan undangan Pawai Ogoh - ogoh yang akan digelar secara besar dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi. Rencana, acara akan digelar pertengahan Maret.
“Kami juga menyampaikan terima kasih karena pak Bupati, dan Pemkab Pasuruan sudah memberikan perhatian dan memberikan dukungan kepada kami, masyarakat Tengger yang ada di Tosari,” katanya.
Menurutnya, dengan kepemimpinan Mas Bupati Rusdi dan Gus Shobih, masyarakat Tengger merasa mendapatkan perhatian lebih, sehingga tidak ada bedan masyarakat di bawah dan diujung gunung, pelayanannya sama.
“Kami merasa diperhatikan. Pak Bupati dan pak Wabup berhasil menjalankan pemerintahan yang adil dan inklusif. Kami mendapat perhatian, kami disupport penuh dalam kegiatan - kegiatan masyarakat Tengger,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga menyinggung beberapa kegiatan rutin yang dilakukan di dalam PHDI, termasuk yang akan digelar ke depan. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Pasuruan.
Parji, panitia pawai menambahkan, dalam kegiatan pawai nanti, pihaknya juga akan mengajak Mas Rusdi dan rombongan untuk buka bersama di Tengger. Ini menjadi simbol bahwa Tosari adalah kawasan toleransi.
“Jadi kami ingin menunjukkan bahwa toleransi di Tosari itu berjalan samgat luar biasa. Kami sangat menjunjung tinggi menghormati satu sama lain agar kerukunan itu tetap terjaga,” tutupnya.




