Pelatihan Bahasa Inggris Tingkatkan Kepercayaan Diri Penyedia Jasa Wisata di Raja Ampat
Aspek News - WAISAI, RAJA AMPAT – Selama tiga hari pelaksanaan Pelatihan Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat di Aula Hotel Phuyaka Mengge berhasil terlaksana dengan baik seiring acara penutupannya pada Rabu (08/07/2026)
Salah satu narasumber dari Brain Camp, Detty Aditya A. Putri menyampaikan rasa terima kasihnya kepada penyelenggara dan peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan baik dan lancar. Dijelaskan Detty, materi-materi yang diberikan terbagi dalam dua bentuk, yakni teori dikelas dan praktik lapangan, dimana praktek dilaksanakan kepada wisatawan yang datang di Pelabuhan Waisai, sehingga langsung diperhatikan oleh pemateri dan diperbaiki bersama disepanjang waktu pelaksanaan praktik lapang, baik oleh supir rental, ojek, pengelola homestay lokal dan tenaga kerja bongkar muat (TKBM).
Detty pun menambahkan, selama pelatihan, peserta telah dibekali kalimat-kalimat dasar percakapan yang sering digunakan baik oleh mereka sendiri maupun kalimat-kalimat yang sering digunakan dalam lingkup usaha jasa wisata di Indonesia, yang selama pelatihan ini berjumlag 176 kalimat percakapan. Ia senang banyak peserta yang akhirnya berani mencoba langsung dan percaya diri menggunakan bahasa inggris saat bertemu wisatawan, dimana menurutnya dalam waktu yang singkat, rasa percaya diri ini berhasil dibangkitkan sedikit demi sedikit kepada para peserta.
“Metode yang digunakan adalah Visual Auditori Kinestetik, dengan menyeimbangkan aktifitas otak kanan dan otak kiri saat percakapan, mereka melihat, merasakan, dan melakukan gerakan yang mendukung hubungan percakapan bahasa inggris ini dengan wisatawan. Dan sudah kami bekali dengan materi-materi dasarnya, sehingga harapannya mereka bisa belajar lagi baik sendiri maupun bersama-sama nantinya,” ungkap Detty
Salah satu peserta yang merupakan TKBM di Pelabuhan Waisai, Devi Wattimury mengaku senang mendapatkan kesempatan belajar kalimat-kalimat bahasa inggris percakapan yang mudah digunakan ini. Hal ini dikuatkan dengan niatnya untuk akan belajar mandiri untuk menambah kemampuannya dalam menggunakan bahasa inggris dalam pekerjaannya kedepan.
“Saya senang dan berterima kasih kepada Dinas Pariwisata karena telah memberikan kesempatan belajar ini. Saya nanti ingin belajar lagi, agar lebih mudah berkomunikasi dengan wisatawan dan mau menggunakan jasa saya nantinya,” harap Devi Wattimury. (SM14)




