Pelantikan Kabinet Merah Putih: Prabowo Subianto Bentuk Kabinet Lebih Besar untuk Membangun Pemerintahan yang Kuat
TEMPO.CO, Jakarta - Pada tanggal 21 Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 48 menteri, 55 wakil menteri, dan lima pejabat setingkat menteri untuk Kabinet Merah Putih yang akan menjalankan tugasnya pada periode 2024-2029. Jumlah menteri yang dilantik mencatatkan rekor lebih tinggi dibandingkan dengan kabinet Presiden Joko Widodo yang hanya terdiri dari 34 menteri.
Dalam sebuah forum sebelumnya, Prabowo menjelaskan bahwa pembentukan kabinet yang lebih besar ini diperlukan untuk menciptakan pemerintahan yang kokoh. "Terpaksa koalisinya besar. Nanti akan dibilang, ‘Wah kabinet Prabowo gemuk, banyak.’ Ya, negara kita besar, Bung!" ujarnya saat berpidato di BNI Investor Daily Summit 2024.
Prabowo menekankan pentingnya persatuan dengan merangkul semua kekuatan, sehingga diharapkan dapat terbentuk kolaborasi dan kerukunan di seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjadi alasan utama mengapa dia merangkul berbagai kelompok untuk menjadi bagian dari kabinetnya.
Tanggapan Terhadap Komposisi Kabinet
Komposisi kabinet ini menuai berbagai tanggapan dari masyarakat dan kalangan politisi. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Said Abdullah, mengakui bahwa ada anggapan kabinet Prabowo-Gibran sebagai kabinet gemuk, yang memiliki 48 kementerian termasuk tujuh kementerian koordinator. Namun, dia percaya bahwa keputusan ini telah dipertimbangkan secara matang oleh presiden.
"Dari sisi kami di DPR, cara pandangnya apa pun yang diputuskan oleh presiden, STOK (Susunan Organisasi Tata Kerja) dipersiapkan sedemikian rupa," ujar Said saat ditemui di kompleks parlemen. Dia menambahkan bahwa presiden akan melakukan evaluasi terhadap kabinetnya setelah enam bulan hingga satu tahun untuk mengukur efektivitas kerja dari kabinet tersebut.
Pandangan Ekonom dan Pengamat
Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Fadhil Hasan, mengungkapkan bahwa penambahan jumlah kementerian di kabinet Prabowo dapat berpotensi menciptakan inefisiensi dan memperlambat gerakan pemerintahan. Fadhil mengkhawatirkan masalah koordinasi akan muncul di antara kementerian-kementerian yang memiliki tugas serupa, yang dapat menyebabkan tumpang tindih kewenangan.
Sementara itu, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, berpendapat bahwa kabinet Prabowo justru lebih fokus. Ia menjelaskan bahwa meski jumlah kementerian bertambah, struktur kementerian telah disusun sedemikian rupa agar lebih efisien dan ramping. "Jadi bukan kementerian gemuk, tapi kementerian yang jauh lebih fokus," tegasnya.
Prioritas Program Presiden
Pengamat politik dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Ardli Johan Kusuma, menilai bahwa perbedaan jumlah wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih mencerminkan prioritas program yang ingin dijalankan oleh Presiden Prabowo. Kementerian yang memiliki lebih banyak wakil menteri menunjukkan fokus kerja yang lebih tinggi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.
Dengan demikian, pelantikan Kabinet Merah Putih ini menjadi perhatian publik, baik dari segi jumlah kementerian yang lebih banyak maupun dari segi harapan terhadap kinerja pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.




