Pekalongan Raya Belajar Pengelolaan Sampah Energi dari Kota Bogor
Sumber Foto: Tempo.co
Nasional

Pekalongan Raya Belajar Pengelolaan Sampah Energi dari Kota Bogor

SEBANYAK empat daerah di Jawa Tengah siap tiru Kota Bogor dalam program pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL. Hal itu terlihat saat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerima kunjungan perwakilan pemerintah daerah dari kawasan Pekalongan Raya yang terdiri atas Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Pemalang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menerima keempat pemerintah daerah tersebut yang masing-masing diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kepada Sekda Kota Bogor, para Kepala DLH menyampaikan bahwa kunjungan ke Kota Bogor dilakukan dalam rangka studi tiru program PSEL.

Mereka menyampaikan bahwa pimpinan daerah di wilayah Pekalongan berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan sampah. Oleh karena itu, mereka melakukan kunjungan dan ingin belajar dari pengalaman Pemerintah Kota Bogor dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi.

Menanggapi hal tersebut, Denny Mulyadi menjelaskan bahwa pembangunan PSEL di Kota Bogor direncanakan akan dilaksanakan di dua lokasi pengelolaan sampah, yakni TPA Galuga dan TPPAS Lulut Nambo untuk pengolahan sampah dari Bogor Raya.. Saat ini telah terdapat nota kesepahaman (MoU) antara empat pemerintah daerah terkait pengelolaan sampah tersebut, dengan dukungan dari Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau dari segi pimpinan sudah jelas, yang belum sepenuhnya adalah teknis-teknis pelaksanaan," katanya dalam keterangan di Balai Kota Bogor, Sabtu 7 Februari 2026. Dia menambahkan, "Sinergitas dengan pemerintah daerah yang ikut dalam MoU, khususnya dari sisi administrasi, sudah kondusif. Harapan Bapak Wali Kota agar PSEL dapat segera dibangun, sehingga bisa dimanfaatkan secepatnya oleh masyarakat.”

Denny mengatakan bahwa masih terdapat sejumlah daerah di Jawa Barat yang belum memiliki lahan pengelolaan sampah. Untuk menjamin kelancaran operasional, dilakukan pengecekan terhadap jumlah armada pengangkut sampah agar sesuai kebutuhan, sekaligus memastikan kondisi kendaraan tetap layak operasional.

Dalam pelaksanaan monitoring, para petugas kebersihan dan pengemudi angkutan sampah diarahkan untuk menggunakan sistem berbasis digital yang menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi, sehingga pengelolaan menjadi lebih efektif dan efisien.