PayPal Hadapi Kebocoran Data Sensitif Akibat Bug Aplikasi
Sumber Foto: Stabilitas.id
Ekonomi

PayPal Hadapi Kebocoran Data Sensitif Akibat Bug Aplikasi

Aspek News - Stabilitas.id — Raksasa teknologi finansial global, PayPal, mengakui adanya kerentanan data pada aplikasi pinjaman PayPal Working Capital (PPWC) akibat kesalahan pengkodean (bug). Insiden ini menyebabkan data sensitif milik ratusan pelanggan terekspos selama lebih dari lima bulan, terhitung sejak Juli hingga Desember 2025.

Berdasarkan laporan TechRadar, kerentanan ini baru terdeteksi pada 12 Desember 2025. Data yang bocor mencakup informasi sensitif seperti nama pengguna, alamat email, nomor telepon, alamat bisnis, tanggal lahir, hingga nomor Jaminan Sosial (SSN).

“Kesalahan pengkodean aplikasi menyebabkan data beberapa pelanggan terekspos dan mengakibatkan sejumlah transaksi penipuan,” tulis konfirmasi resmi PayPal, dikutip Kamis (26/2/2026).

BERITA TERKAIT

LPS Segera Terbitkan Aturan Turunan Restrukturisasi Perbankan dan Penjaminan Polis

Mitigasi Risiko Kripto dan IAKD, OJK Dorong Resilience-Based Security di 2026

Modus Phishing Marak, BNI Perketat Keamanan Data Nasabah Korporasi di BNIdirect

OJK Perketat GRC Sektor Jasa Keuangan, Soroti Risiko AI hingga ‘Beneficial Ownership’

Modus Penipuan Canggih

Kebocoran ini dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk melancarkan aksi penipuan yang sangat meyakinkan. Dengan menguasai data kredensial asli, pelaku dapat menyamar sebagai tim resmi PayPal, sehingga mempersulit korban untuk membedakan antara pesan atau panggilan asli dengan upaya phishing.

PayPal mengakui bahwa beberapa nasabah telah mengalami transaksi tidak sah pada akun mereka. Namun, perusahaan menegaskan bahwa akses ilegal tersebut telah dicabut dan seluruh kerugian finansial yang dialami korban telah diganti secara penuh.

Langkah Mitigasi dan Pemulihan

Sebagai langkah perbaikan, PayPal telah mengganti seluruh kata sandi milik pengguna yang terdampak dan memperbaiki kode aplikasi yang menjadi sumber kebocoran. Selain itu, PayPal menawarkan layanan pemantauan kredit dan pemulihan identitas secara cuma-cuma selama dua tahun melalui Equifax.

“Kami terus melakukan investigasi manual dan menggunakan alat otomatis untuk memitigasi penipuan,” tambah pihak PayPal.

Insiden ini menambah daftar panjang tantangan keamanan siber bagi PayPal, setelah sebelumnya pada 2023 sebanyak 35.000 akun juga terdampak serangan credential stuffing. Para pengguna kini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap email masuk dan lebih berhati-hati saat mengeklik tautan atau mengunduh lampiran yang mencurigakan. ***

Tags: Bug Aplikasi Data Sensitif Fintech Global Keamanan Siber Kebocoran data PayPal PayPal Working Capital penipuan digital Phishing

Sebelumnya

Likuiditas Aman! Menkeu Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun hingga September 2026

Selanjutnya

Bukan Sekadar Market Cap, Analis Ingatkan Pentingnya Likuiditas dalam Berinvestasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar *

Nama *

Email *

Situs Web

Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

BACA JUGA

Cegah Kriminalisasi Bankir, OJK dan MA Sepakati Aturan Main Kredit Macet

oleh Sandy Romualdus

13 Mei 2026 - 15:33

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya penerapan konsep Business Judgement Rule (BJR) untuk memberikan kepastian hukum bagi industri...

Laba Melesat 236%, Sun Life Indonesia Rilis Solusi Kesehatan Syariah ‘SHIFA Signature’

oleh Sandy Romualdus

8 Mei 2026 - 17:02

Stabilitas.id – Merayakan 31 tahun perjalanannya di Indonesia, PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life Indonesia) membukukan kinerja solid pada kuartal...

Tanpa Bayar Premi, Nasabah Payroll Permata Bank Kini Otomatis Terlindungi Astra Life

oleh Stella Gracia

8 Mei 2026 - 11:34

Stabilitas.id – Astra Life menjalin kolaborasi strategis dengan Permata Bank untuk meluncurkan Permata ME Payroll Proteksi. Produk tabungan gaji (payroll)...

LPS Segera Terbitkan Aturan Turunan Restrukturisasi Perbankan dan Penjaminan Polis

oleh Sandy Romualdus

7 Mei 2026 - 19:36

Stabilitas.id – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat benteng perlindungan nasabah seiring dengan peningkatan tantangan stabilitas di sektor perbankan dan...

Bangun Budaya Menabung, AAJI dan Chubb Life Edukasi Literasi Keuangan Lewat Dongeng

oleh Stella Gracia

7 Mei 2026 - 15:53

Stabilitas.id – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) terus memperluas jangkauan edukasi keuangan hingga ke tingkat pendidikan anak usia dini. Melalui...

Strategi 4C Lintasarta: Amankan Infrastruktur AI dan Cloud untuk Korporasi Indonesia

oleh Stella Gracia

7 Mei 2026 - 14:54

Stabilitas.id – Merayakan hari jadi ke-38, Lintasarta menegaskan komitmennya untuk melangkah lebih jauh dari sekadar penyedia teknologi dengan bertransformasi menjadi...