Muktamar Muhammadiyah ke-48: Pembahasan Risalah Islam Berkemajuan
MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA—Muktamar Muhammadiyah ke-48 yang berlangsung di Surakarta menjadi ajang penting untuk membahas rumusan Risalah Islam Berkemajuan. Buku ini telah disebarkan kepada seluruh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Organisasi Otonom (Ortom) tingkat pusat, sebagai bagian dari upaya untuk mendalami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Pada Sidang Pleno I yang dilaksanakan pada Sabtu (05/11) di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima beragam masukan dari PWM dan Ortom terkait rumusan Risalah ini. Kemudian, dalam Sidang Pleno V yang berlangsung pada Ahad (20/11) di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta, Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq Mughni, merespons berbagai usulan yang telah diajukan sebelumnya. Beberapa poin masukan diterima, disesuaikan, maupun ditolak, termasuk penolakan terhadap usulan untuk mengganti frasa 'Islam Berkemajuan' menjadi 'Muslim Berkemajuan'.
Apa itu Risalah Islam Berkemajuan?
Risalah Islam Berkemajuan merupakan pengembangan yang dilakukan Muhammadiyah dengan keyakinan bahwa Islam adalah agama yang mendorong kemajuan dalam seluruh aspek kehidupan. Dalam konteks ini, Muhammadiyah dan seluruh anggotanya, terutama para pemimpin, memiliki tanggung jawab untuk memperkuat nilai-nilai kemajuan dalam pemahaman agama dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui konsep Islam Berkemajuan, Muhammadiyah berusaha untuk mengatasi pemahaman Islam yang sempit dan anti-perubahan. Dalam upaya mencapai cita-cita kejayaan Islam, beberapa ciri khas dari Islam Berkemajuan dirumuskan, antara lain:
- Berlandaskan pada Tauhid;
- Bersumber pada Al Quran dan al Sunnah;
- Menghidupkan ijtihad dan tajdid;
- Mengembangkan dan menyebarluaskan Wasathiyah;
- Mewujudkan rahmat bagi seluruh alam.
Manhaj Islam Berkemajuan
Manhaj Islam Berkemajuan mencakup beberapa aspek, yaitu:
- Sumber ajarannya adalah Al Quran dan al Sunnah;
- Meyakini bahwa dimensi ajaran Islam mencakup akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah duniawiyah;
- Memanfaatkan tiga pendekatan: berbasis teks (bayani), akal pikiran (burhani), dan intuisi (irfani);
- Tidak menutup ijtihad, tetap terbuka dan toleran terhadap perbedaan;
- Memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahuan;
- Tidak berafiliasi pada mazhab tertentu;
- Memandang manusia sebagai makhluk mulia.
Ragam Gerakan dalam Risalah Islam Berkemajuan
Risalah ini juga mencakup berbagai gerakan, seperti:
- Gerakan dakwah: Menekankan pentingnya melanjutkan misi dakwah profetik sebagai amanah dari Allah SWT.
- Gerakan tajdid: Bertujuan memperbaharui cara berpikir umat untuk mengatasi kemiskinan ilmu, kemunduran budaya, dan kemerosotan akhlak.
- Gerakan ilmu: Mewujudkan pusat-pusat keilmuan, riset, inovasi, dan pertemuan ilmiah.
- Gerakan amal: Membangun lembaga-lembaga yang berorientasi pada pemecahan masalah kehidupan, seperti bidang kedermawanan, kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan.
Buku Risalah Islam Berkemajuan ditujukan untuk kepentingan umat, bangsa, kemanusiaan, serta dunia internasional, dengan tujuan memberikan manfaat yang luas. Semua komponen Muhammadiyah, termasuk pimpinan, kader, dan warga, diharapkan untuk menyebarluaskan konsep Islam Berkemajuan ini demi menciptakan kesadaran umat Islam dan membangun tata dunia yang lebih ramah, adil, dan damai bagi seluruh ciptaan Allah SWT.




