Mengatasi Rasa Panik: Tips dari Psikolog untuk Keseharian yang Lebih Tenang
Sumber Foto: Tribunnews.com
Lifestyle

Mengatasi Rasa Panik: Tips dari Psikolog untuk Keseharian yang Lebih Tenang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Setiap orang pasti pernah mengalami rasa panik. Jantung berdebar cepat, napas terasa sesak, pikiran kacau.

Dalam situasi mendesak, panik bisa menjadi sinyal alami tubuh untuk waspada.

Namun jika muncul berlebihan dan sulit dikendalikan, kondisi ini bisa berkembang menjadi gangguan yang mengganggu keseharian.

Psikolog Irma Gustiana menjelaskan bahwa sifat panik an bukan semata bawaan lahir atau karakter pribadi.

Tapi sering kali terbentuk dari pengalaman masa lalu dan cara seseorang menghadapi tekanan.

“Kalau dari pengalaman aku, mostly kebanyakan karena masa lalu yang kita sadari. Misalnya, kenapa dia panikan? Karena ya kan dulu dia pernah dituntut harus sempurna, harus bisa, harus ini, harus begitu, sehingga otaknya itu akan selalu dalam keadaan yang selalu siaga,” ungkapnya pada awak media di bilangan Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Menurutnya, sebagian orang tumbuh dalam lingkungan yang menuntut kesempurnaan atau penuh tekanan.

Pola itu menanamkan keyakinan bawah sadar bahwa kesalahan adalah bahaya. Maka, ketika menghadapi hal tak terduga, tubuh mereka otomatis bereaksi berlebihan.

Panik sebagai Respons Wajar, Bukan Musuh

Irma menekankan bahwa panik sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya buruk.

Dalam kadar tertentu, rasa panik menunjukkan bahwa tubuh sedang waspada dan berusaha melindungi diri.

“Panik yang biasa sebenarnya berarti menunjukkan kita waspada. Kita waspada terhadap apa yang harus kita lakukan,” jelasnya.

Namun masalah muncul ketika rasa panik terus muncul tanpa alasan jelas, mengganggu tidur, pekerjaan, atau hubungan sosial.

Kondisi itu bisa mengarah pada panic disorder, gangguan kecemasan yang membuat seseorang sulit menjalani aktivitas dengan tenang.

Dalam kondisi demikian, tubuh seolah terjebak dalam mode bahaya meski tidak ada ancaman nyata.

Otot menegang, napas menjadi pendek, jantung berdebar cepat, dan semakin berusaha dikendalikan, justru semakin terasa sulit.