Melatih Keikhlasan: Kunci Ibadah yang Diterima
KBRN, Sabang: Hakikat iklas adalah memberi tanpa beban, melepaskan tanpa mengingat, dan mengalir begitu saja, karena hanya mengharapkan keridaan Allah. Iklas merupakan amalan yang menjadi syarat diterimanya ibadah, tanpa keiklasan, ibadah kehilangan nilainya.
“Secara syari, di dalam ibadah itu tidak ada rasa ujub, rasa takabur, rasa riya, dalam amal perbuatan apapun. Ibadah yang kita lakukan murni karena Allah,” ujar Hj. Supiati, S. Ag., M.Sos, selaku Penyuluh Agama Ahli Madya/Sekretaris PD IPARI B. Aceh dalam dialog Bersama RRI Banda Aceh, Jumat (3/10/2025).
Nabi Muhammad Saw. merupakan teladan terbaik dalam keiklasan. “Rasulullah dalam berdakwah berkorban tanpa pamrih, memberi meskipun sedang berada dalam kekurangan, dan selalu mementingkan umatnya,” tambahnya.
Lebih lanjut Hj. Supiati juga menjelaskan beberapa cara praktis melatih dan menumbuhkan keiklasan dalam diri:
Pentingnya Kesabaran: keiklasan dan kesabaran tidak dapat dipisahkan. Untuk menumbuhkan iklas, kita harus mendidik hati dalam kesabaran.
Mengubah Keterpaksaan Menjadi Keiklasan: Ketika berada dalam situasi keterpaksaan, misalnya menjalani pekerjaan berat, maka mengubahnya menjadi ke tingkat iklas akan membuat beban psikologis dan fisik menjadi ringan, karena kita menerimanya sebagai takdir.




