Magdalena Wullur Dorong Evaluasi Kinerja dalam Satu Tahun Kepemimpinan Yulius-Victor
Sumber Foto: BeritaManado.com
Nasional

Magdalena Wullur Dorong Evaluasi Kinerja dalam Satu Tahun Kepemimpinan Yulius-Victor

Memasuki satu tahun masa Kepemimpinan Yulius Selvanus–Victor Mailangkay di Provinsi Sulawesi Utara, berbagai dinamika politik, kelembagaan, dan wacana publik turut mewarnai perjalanan pemerintahan. Dalam konteks tersebut, sosok Dr. Magdalena Wullur ikut menjadi sorotan, seiring kiprahnya di ranah akademik maupun pemerintahan.

Sebagai dosen di Universitas Sam Ratulangi sekaligus Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara bidang perencanaan pembangunan, Magdalena memegang peran strategis dalam perumusan arah kebijakan daerah. Posisi ini menuntut komitmen terhadap profesionalitas, akuntabilitas, serta penerapan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Di tengah berkembangnya berbagai isu, namanya sempat dikaitkan dengan dinamika internal organisasi olahraga, mulai dari hasil kontestasi KONI Manado hingga kabar restrukturisasi jabatan bendahara KONI Sulawesi Utara. Menanggapi hal tersebut, Magdalena menegaskan bahwa penunjukannya sebagai Bendahara KONI Sulut—setelah sebelumnya menjabat sebagai sekretaris—merupakan keputusan struktural organisasi yang ditetapkan melalui mekanisme resmi oleh KONI Pusat.

Ia menjelaskan, rotasi jabatan dalam organisasi merupakan bagian dari sistem tata kelola kelembagaan guna menjaga efektivitas fungsi dan kesinambungan organisasi, bukan bentuk sanksi personal.

“Penugasan organisasi adalah wujud kepercayaan institusi. Saya menjalankannya secara profesional sesuai mandat yang diberikan dan tetap berorientasi pada kerja nyata,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Dikenal sebagai akademisi sekaligus Penyuluh Antikorupsi, Magdalena menempatkan integritas, transparansi, dan prinsip good governance sebagai fondasi dalam setiap tanggung jawab yang diembannya. Ia memastikan hubungan kerja dengan seluruh pengurus KONI tetap terjaga dalam semangat kebersamaan dan diarahkan pada kemajuan olahraga daerah.

Menanggapi narasi yang berpotensi memicu polarisasi, Magdalena mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menghindari praktik saling menyalahkan maupun adu domba yang kontraproduktif. Menurutnya, energi kolektif masyarakat seharusnya difokuskan pada penguatan program, inovasi kebijakan, serta kontribusi nyata bagi pembangunan Sulawesi Utara.

Ia menegaskan bahwa legitimasi kepemimpinan dan kepercayaan publik seharusnya dibangun melalui evaluasi berbasis kinerja, bukan melalui personalisasi kritik yang mengaburkan substansi persoalan.

“Saya mempersilakan masyarakat menilai berdasarkan kinerja, bukan menyerang pribadi. Fokus kita seharusnya pada kerja, karya, dan kontribusi nyata bagi Sulawesi Utara,” tegasnya.

Lebih lanjut, Magdalena memandang momentum satu tahun kepemimpinan Yulius Selvanus-Victor Mailangkay sebagai fase konsolidasi kolaboratif yang krusial. Ia menilai jejaring kemitraan, solidaritas sosial, serta kerja lintas sektor merupakan prasyarat penting dalam mempercepat pembangunan daerah.

“Kolaborasi adalah instrumen strategis bagi kemajuan daerah. Relasi yang dibangun harus tetap berlandaskan profesionalitas dan berorientasi pada kepentingan publik,” tambahnya.

Magdalena juga menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tugas sebagai staf khusus bidang perencanaan pembangunan secara optimal, sekaligus mendukung jalannya pemerintahan Yulius Selvanus-Victor Mailangkay dalam mewujudkan pembangunan Sulawesi Utara yang berkelanjutan.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga iklim yang kondusif, menjunjung profesionalitas, serta memperkuat kerja kolektif demi menghadirkan kemajuan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

(SriSurya)

Bagikan: Facebook WhatsApp Telegram.. Salin Link