Lina Florist: Kreativitas Buket Estetik dengan Harga Terjangkau
3.6k
DIBACA
Mojokerto,Sekilasmedia.com- Bisnis kreatif di bidang handicraft kini semakin menjamur, salah satunya adalah Lina Florist. Usaha yang baru dirintis pada September 2024 ini berhasil menarik perhatian berkat tangan dingin pemilik yang mengubah material sederhana menjadi kado (gift) yang istimewa.
Berawal dari kecintaan terhadap seni dan kreasi, pemilik Lina Florist memutuskan untuk membuka jasa pembuatan buket secara mandiri di kediaman rumahnya. Fokus utamanya yaitu memeberikan sentuhan seni yang berbeda di setiap rangkaian, karena ia percaya bahwa di setiap masing-masing pembuat memiliki khas visual tersendiri.
BACA JUGA : Sentra Pembuatan Sandal di Desa Toyomarto Singosari Malang, Bertahan dan Berkembang di Tengah Persaingan
Lina Florist menawarkan beragam pilihan buket, mulai dari artificial flowers (bunga tiruan), buket uang, cokelat, hijab, hingga yang unik seperti buket kupu-kupu dan buket thumbelina. Pelanggan juga dibebaskan untuk melakukan permintaan khusus (custom) sesuai keinginan.
“Harganya sangat terjangkau karena target pasar saya memang untuk anak sekolah dan mahasiswa. Bisa dibandingkan dengan florist lain, di sini harga mulai Rp 20.000 saja. Murah tapi tidak murahan, ” ujar pemilik Lina Florist. Inilah yang membuat brand-nya sering menjadi pilihan untuk kado ulang tahun, anniversary, hingga pertunangan (engagement).
BACA JUGA : Inovasi Limbah Ban, Tiga Dekade Mengabdi pada Lingkungan di Sooko Mojokerto
Meskipun baru berdiri, Lina Florist sudah memiliki sistem produksi yang efektif. Secara umum, sistem pemesanan dilakukan berdasarkan orderan yang masuk melalui Instagram @linaflorist02 atau WhatsApp 081216476954. Namun, bagi pelanggan yang membutuhkan buket dalam waktu cepat tau urgent, Lina Florist mampu menyelesaikan buketnya dalam waktu 3 jam saja.
Hingga saat ini, puncak pesanan biasanya terjadi pada hari-hari besar seperti Hari Ibu, Hari Guru, dan Valentine. Melalui pemasaran digital, Lina Florist mampu membuktikan bahwa bisnis skala rumahan mampu bersaing jika didasari oleh passion dan pemahaman tepat terhadap pasar lokal.
Penulis: Lima Editor: Erik
Ratu Dewa Apresiasi Unsri Gedung Fakultas Teknik Raih Sertifikat Bangunan Gedung Hijau
Pos Terkait
BISNIS
Inovasi Limbah Ban, Tiga Dekade Mengabdi pada Lingkungan di Sooko Mojokerto
BISNIS
Berawal dari Sisa Pabrik, Pengusaha Asal Mojokerto Sukses Bangun Bisnis Kulit Premium Berdayakan Warga Lokal
BISNIS
Kerajinan Miniatur Kapal Mojokerto yang Tembus Pasar Luar Pulau
BISNIS
Dari Ide Komunitas ke Kolaborasi Brand, De Lune Fleur Coba Strategi Baru Kenalkan Fashion Lokal
BISNIS
Berawal dari Hobi, Kini Regita Jadi Founder Komunitas Kreator Mojokerto
BISNIS
Hilirisasi Kopi Desa Ngembat, Sinergi Petani dan Teknologi Pemerintah




