Lebih dari 70% Masyarakat Indonesia Belum Sadari Pemanfaatan AI Sehari-hari
Perubahan besar yang sedang terjadi pada perilaku manusia dan budaya digital global.
PT Lintas Teknologi Indonesia (LTI) kembali menggelar Lintas Teknologi Solutions Day 8th Edition, forum tahunan yang mempertemukan regulator, pemimpin industri, service providers, dan mitra teknologi untuk membahas arah perkembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.
President Director PT Lintas Teknologi Indonesia, Muhamad Paisol menekankan perubahan besar yang sedang terjadi pada perilaku manusia dan budaya digital global. Dia juga menyoroti perkembangan AI di tingkat global dan nasional, termasuk bahwa mayoritas perusahaan dunia kini sudah mengadopsi AI.
Sementara di Indonesia pertumbuhannya mencapai 47 persen dalam setahun terakhir meski baru sebagian kecil yang masuk kategori pemanfaatan tingkat lanjut.
"Di sisi masyarakat, sebagian besar pengguna di dunia sudah berinteraksi dengan AI, namun lebih dari 70 persen masyarakat Indonesia belum menyadari penggunaan AI dalam keseharian mereka, menegaskan pentingnya peningkatan literasi dan edukasi publik," katanya.
"AI adalah kenyataan yang tidak bisa kita hindari. Pertanyaannya bukan lagi apakah kita harus beradaptasi, tetapi seberapa cepat dan seberapa cerdas kita memanfaatkannya untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan industri," tegas Muhamad Paisol.
Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia, Dian Siswarini menekankan bahwa Telkom Group telah mengimplementasikan AI for Network untuk mengotomasi network operations, mengoptimalkan capacity planning dan network design, serta meningkatkan traffic routing efficiency guna memastikan kinerja jaringan yang lebih reliabel dan cost-efficient.
Pemanfaatan AI juga diperluas ke domain komersial melalui precision marketing untuk mendukung strategi advertising dan customer experience optimization. Network for AI diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur digital yang kuat agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan internet yang mumpuni sebagai fondasi percepatan adopsi AI.
Kolaborasi antara Pemerintah dan Akademisi serta Pelaku Bisnis
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, operator, pelaku bisnis, akademisi, dan sektor privat untuk mewujudkan visi AI nasional.
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Ismail menambahkan bahwa pemerintah dan sektor telko perlu membangun program bersama dengan membuka diskusi terkait jaringan, sumber data, hingga spektrum frekuensi, sehingga tercipta kompetisi yang kolaboratif demi menghadirkan layanan publik yang relevan dan mempersiapkan Indonesia menuju adopsi AI untuk menjawab tantangan bangsa.
Muhamad Paisol juga menambahkan bahwa transformasi ini tidak hanya bersifat teknis, tapi juga berdampak pada kehidupan sosial dan budaya.
"Perubahan yang dibawa AI tidak hanya terjadi di industri, tetapi juga pada cara manusia berpikir, bekerja, dan berinteraksi. Kita memasuki era baru di mana sinergi antara manusia dan mesin menjadi standar, dan kemampuan adaptasi menjadi fondasi utama."
ADVERTISEMENT




