Komnas Perempuan: Keragaman Busana Tidak Bertentangan dengan Nilai Agama
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi Nasional Perempuan (Komnas Perempuan), Imam Nahei, menegaskan bahwa keragaman busana yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan, tidak bertentangan dengan nilai moral dan agama. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah webinar yang bertajuk "Memperkuat Karakter Bangsa dengan Merayakan Keragaman Busana Perempuan Nusantara" pada Kamis lalu.
Imam menyatakan, "Saya kira kampanye bhinneka, khususnya dalam merayakan keragaman busana perempuan, dan ke depan juga busana laki-laki, karena busana laki-laki pun beragam, seperti busana Madura dan Dayak, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa. Keragaman ini tidak bertentangan dengan nilai moral maupun nilai agama manapun."
Namun, Imam juga mencatat adanya fenomena pemaksaan terhadap penggunaan busana tertentu bagi perempuan. Menurutnya, hal ini menunjukkan menipisnya pluralitas dan cara pandang keragaman di masyarakat, yang pada akhirnya dapat membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia mengaitkan fenomena ini dengan meningkatnya politik identitas dan pengaruh agama transnasional. Komnas Perempuan telah melakukan kajian mengenai penyebaran ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai keragaman dan kemerdekaan yang dijamin oleh konstitusi.
Lebih lanjut, Komnas Perempuan juga mencatat sejumlah kebijakan pemerintah yang dianggap diskriminatif terhadap perempuan, yang sering kali dibenarkan dengan alasan moralitas dan pembatasan hak kebebasan perempuan.




