Kombes Jufri Ungkap Modus Korupsi di Pemerintahan dan Solusi Antisipatif
Aspek News - jpnn.com - Kepala Subdirektorat (Kasubdit) 3 Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan Kombes Jufri blak-blakan soal pola yang kerap muncul dalam praktik korupsi di lingkungan pemerintahan.
Kombes Jufri dalam keterangannya di Makassar, Kamis (26/2/2026), mengungkap sejumlah pola itu di antaranya menitip proyek, penggeseran anggaran dengan mengarahkan pemenang tertentu, hingga pengaturan pagu sebelum proses berjalan.
Ada pula praktik mark-up, pengondisian nomenklatur yang terlalu spesifik agar hanya pihak tertentu yang memenuhi syarat, serta pengurangan volume pekerjaan yang tidak sesuai kontrak.
Jufri menjelaskan, korupsi mencakup berbagai bentuk, mulai suap, kecurangan, penggelapan dalam jabatan, pemerasan, pungutan liar, gratifikasi, hingga benturan kepentingan.
"Apa perbedaan suap-menyuap dan gratifikasi? Ada pada komunikasinya. Kalau suap-menyuap itu ada deal-dealan sebelumnya. Misalnya, ‘kalau proyek ini gol sama saya, bapak saya berikan sekian’,” ungkapnya.
"Dratifikasi, setelah dia dapat proyek itu, dia datang membawakan hadiah," lanjutnya saat menjadi narasumber pada kegiatan Ramadhan Leadership Camp (RLC) yang dilaksanakan Pemprov Sulsel di Asrama Haji Makassar, 22-28 Februari 2026.
Sebagai langkah antisipatif, Jufri mendorong penguatan sistem dan tata kelola pemerintahan, peningkatan transparansi anggaran dan kinerja, digitalisasi layanan, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta optimalisasi sistem pengaduan internal.
"Salah satu cara memperkuat SDM seperti kegiatan yang kita laksanakan saat ini di sini. Mudah-mudahan manfaatnya sangat besar untuk kita ke depan," ujarnya.




