Keterhubungan: Perspektif Baru dalam Menghayati Tumbuhan
Indonesian Society of Botanical Artists menggelar pameran seni botani bertajuk Ragam Flora Indonesia 5: Khazanah Alam Nusantara di Griya Anggrek, Kebun Raya Bogor, yang berlangsung dari 17 Mei hingga 1 Juni 2025. Pameran serupa juga akan digelar di Bentara Budaya Yogyakarta pada bulan Juli 2025.
Pameran ini mengusung pendekatan baru dalam seni botani, yang biasanya menempatkan tumbuhan hanya sebagai objek visual belaka. Dalam pandangan ini, tumbuhan seringkali dipisahkan dari lingkungan mereka, dibersihkan dari kotoran, dan direkayasa untuk memenuhi estetika seniman. Pendekatan semacam ini berisiko membuat tumbuhan hanya dilihat sebagai benda mati yang tidak memiliki hubungan dengan manusia.
Kurator pameran, Kurniawan Adi Saputro, menjelaskan bahwa para seniman diajak untuk mendiskusikan dan mengeksplorasi hubungan pribadi mereka dengan tumbuhan. Mereka diminta untuk menulis tentang pengalaman dan interaksi mereka dengan tumbuhan, sehingga tumbuhan tidak lagi hanya menjadi objek pengamatan, tetapi juga sebagai entitas yang memiliki kehadiran dan makna.
Dalam proses ini, seniman mengalami kesulitan yang tidak terhindarkan. Beberapa dari mereka merasa frustrasi karena harus memikirkan kembali hubungan mereka dengan tumbuhan yang sedang mereka lukis. Kesulitan ini muncul dari ketidakbiasaan untuk mengekspresikan hubungan pribadi, yang merupakan aspek penting dalam menciptakan keterhubungan yang lebih dalam.
Melalui tulisan-tulisan yang dihasilkan, terlihat bagaimana seniman mulai mengenali tumbuhan dengan cara yang lebih intim. Misalnya, seorang seniman menggambarkan bagaimana ia tertarik pada tunas daun yang berwarna merah muda dan jingga kemerahan, serta mengumpulkan bunga-bunga putih yang mengeluarkan aroma lembut. Proses pengamatan ini membawa tumbuhan menjadi sosok yang lebih hidup dan akrab dalam perspektif mereka.
Dalam pameran ini, tumbuhan digambarkan dengan berbagai karakteristik yang lebih emosional dan hidup. Seniman menyebut tumbuhan sebagai "gemuk", "menggemaskan", atau "elegan", menunjukkan bahwa mereka melihat tumbuhan bukan hanya dari segi morfologis, tetapi juga dari sisi emosional. Dalam beberapa tulisan, tumbuhan bahkan digambarkan dapat "menghentikan langkah" atau "memanggil-manggil", yang menunjukkan bagaimana tumbuhan berperan aktif dalam pengalaman estetika manusia.
Melalui 65 karya terpilih, pameran ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan antara manusia dan tumbuhan. Judul Khazanah Alam mencerminkan arti penting tumbuhan sebagai penyimpan banyak nilai dan potensi yang perlu dihormati dan dijaga. Tumbuhan memiliki banyak manfaat, mulai dari sumber obat, bahan makanan, hingga alat bantu dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks ini, pameran ini mengajak kita untuk menyadari bahwa manusia selalu terhubung dengan tumbuhan. Tanpa tumbuhan, keberadaan manusia tidak akan lengkap, dan melalui seni, kita dapat lebih memahami dan menghargai hubungan ini.




