Keseharian Tertutup Diplomat Kemlu Terungkap Melalui Kesaksian Tetangga
Sumber Foto: Kompas.com
Lifestyle

Keseharian Tertutup Diplomat Kemlu Terungkap Melalui Kesaksian Tetangga

JAKARTA, KOMPAS.com - Tetangga kamar mengaku terakhir melihat diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), ADP (39) di Indekos, Menteng, Jakarta Pusat pada Desember 2024 lalu.

Nurman (bukan nama sebenarnya) (38), salah satu tetangga kamar ADP mengatakan korban tidak pernah ngobrol dengan penghuni lain.

“Terakhir lihat itu sekitar akhir tahun (2024) lalu, Desember mungkin. Itu juga cuma lihat beliau lagi cuci mobil. Selebihnya enggak pernah ngobrol lebih jauh,” kata Nurman kepada wartawan di depan kos, Selasa (22/7/2025).

Menurut dia, semua penghuni kos tersebut cenderung tertutup. Meskipun jumlahnya hanya delapan orang, interaksi antar-penghuni umumnya sebatas tegur sapa.

“Kita cuma sapa-sapaan biasa. Enggak ada yang terlalu akrab juga,” tutur dia.

Adapun ADP menempati kamar di bagian paling depan dekat akses utama kos.

Nurman mengatakan bahwa kamar korban cukup berjauhan dari kamar-kamar penghuni lain, termasuk kamarnya sendiri yang berada di bagian tengah.

“Kamarnya paling depan sendiri. Kita yang lain di tengah. Jadi memang jarang papasan, kecuali pas masuk atau keluar saja,” ujar dia.

Nurman menyebut tak pernah melihat korban membawa tamu selama tinggal di indekos.

“Pernah lihat istrinya, tapi cuma sekilas. Enggak pernah ngobrol juga,” katanya.

Saat malam sebelum jasad korban ditemukan, Nurman mengaku tidak mendengar hal mencurigakan.

Ia mengaku baru tahu peristiwa itu keesokan paginya saat lokasi sudah ramai dan dipasang garis polisi.

“Malam itu enggak ada suara apa-apa. Saya juga enggak sempat lihat beliau. Baru tahu paginya pas udah ramai,” ucapnya.

Menurut dia, sistem keamanan kos cukup ketat. Akses masuk ke halaman dan kamar hanya bisa dilakukan dengan kartu akses yang bersifat personal.

Bahkan, penjaga kos tidak memiliki akses masuk ke kamar para penghuni.