Kapolsek Bergas Dukung Ketahanan Pangan Melalui Pendampingan Petani Jagung
Aspek News - UNGARAN, KOMPAS.com - Panas menyengat terasa di areal perkebunan Dusun Pluwang Desa Wringinputih Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (6/4/2026).
Namun hal itu tak menyurutkan semangat petani jagung yang sedang panen.
Tak hanya petani, di tengah mereka ada seorang polisi berseragam.
Dialah Kapolsek Bergas Polres Semarang AKP Harjono, yang kini mendapat julukan sebagai Kapolsek Jagung.
Ini karena selain menjalankan tugas kepolisian sehari-hari, Harjono mendapat tugas tambahan melakukan pendampingan para petani jagung di wilayahnya.
"Ini adalah bagian dari tugas seorang polisi untuk menciptakan ketahanan pangan, sesuai instruksi pimpinan," ujarnya saat ditemui di sela-sela panen Jagung, Senin.
"Ya memang setelah ada program Presiden Prabowo terkait ketahanan pangan, di wilayah Bergas ini yang terluas di Kabupaten Semarang. Di Wringinputih ini lahan yang ditanami jagung seluas enam hektare," katanya lagi.
Program ketahanan pangan
KOMPAS.com/Dian Ade Permana Kapolsek Bergas Polres Semarang AKP Harjono berbincang dengan petani jagung yang sedang panen
Menurut Harjono, di wilayah Polsek Bergas panen jagung telah dilaksanakan tiga kali.
Sementara hasil panen kali ini, adalah jagung yang ditanam pada Desember tahun lalu.
"Bibit yang ditanam jenis Serasi38, asli Kabupaten Semarang," ungkapnya.
"Kendala utamanya memang serangan hama tikus. Itu bisa mengurangi produktivitas tanaman jagung yang ditanam," kata dia.
Harjono mengatakan, setelah ada program ketahanan pangan, pengetahuannya tentang tanam menanam semakin bertambah. Ini karena dia sering berinteraksi dengan petani, setidaknya seminggu dua kali, saat berkunjung ke kebun jagung.
Tak hanya soal menanam, hingga memupuk, termasuk soal harga dan cara distribusi.
"Karena sering ke kebun jagung, ini malah kulit saya sekarang juga bertambah hitam," ungkapnya sembari tertawa.
Mengenai julukan Kapolsek Jagung, Harjono mengaku tak mempermasalahkan.
Malah julukan itu memotivasi dirinya agar hasil panen jagung petani menggembirakan, sehingga bisa mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Harga jagung cenderung stabil
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Mahesa Jenar Jatirunggo, Gunanto mengatakan, setelah ada pendampingan dari kepolisian, produktivitas tanaman jagung meningkat.
Salah satu sebabnya, karena petani semakin mudah mendapatkan pupuk.
Saat ini harga pupuk kisaran Rp 93.000 per sak seberat 20 kilogram.
Menurut Gunanto, harga jagung pun cenderung stabil.
Untuk jagung kering seharga Rp 5.600 per kilogram dan jagung basah Rp 4.200. Jagung dari kelompok tersebut langsung disetorkan ke Bulog.
"Lahan seluas kurang lebih satu hektare, bisa menghasilkan jagung kurang lebih lima ton," kata Gunanto.
"Kami terima kasih dengan adanya pendampingan dalam program ketahanan pangan ini, menanam jagung sekarang terasa lebih mudah. Ada fasilitas dan motivasi dari kepolisian," kata Gunanto.




