GP Ansor Beri Penilaian Campuran atas Kepemimpinan Citra-Ino di Pangandaran
Aspek News - harapanrakyat.com,- Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (Ansor) Kabupaten Pangandaran memberikan refleksi kritis terhadap satu tahun kepemimpinan Bupati Hj. Citra Pitriyami dan Wakil Bupati H. Ino Darsono. Sebagai representasi partisipasi politik pemuda, GP Ansor menyoroti sejumlah pencapaian (rapor hijau) serta kekurangan (rapor merah) roda pemerintahan daerah dalam setahun kepemimpinan Citra-Ino.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pangandaran, Muhlis Nawawi, mengatakan bahwa refleksi ini penting sebagai bentuk fungsi kontrol organisasi kemasyarakatan. Ia menekankan bahwa penilaian ini menitikberatkan pada progres yang sedang berjalan, mengingat masa jabatan yang masih berlangsung.
Rapor Hijau Setahun Citra-Ino Pimpin Pangandaran
Muhlis Nawawi menilai, secara personal Bupati Citra Pitriyami menunjukkan pola kepemimpinan yang humanis dan responsif. Kehadiran bupati di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana maupun bantuan sosial seperti perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), membangun chemistry yang kuat dengan warga.
“Secara pola kepemimpinan, ini catatan baik. Ibu Bupati sangat responsif terhadap permasalahan di lapangan dan hadir secara kelembagaan saat masyarakat membutuhkan bantuan,” ujar Muhlis, Kamis (26/2/2026).
Selain kepemimpinan, GP Ansor mengapresiasi terobosan di sektor pendidikan melalui program Pendidikan Karakter Melesat. Program yang memadukan pendidikan formal, agama, dan budaya ini dianggap sebagai benteng krusial menghadapi dampak negatif cross culture atau pertukaran budaya di kawasan wisata internasional.
Di sektor kesehatan, progres pembenahan fasilitas kesehatan dari tingkat Puskesmas hingga RSUD Pandega juga mendapat sorotan positif. Salah satu pencapaian signifikan adalah hadirnya layanan cuci darah di RSUD Pandega, yang mempermudah akses masyarakat tanpa harus ke luar kota.
Terkait visi “Wisata Mendunia”, GP Ansor mencatat adanya progres dalam penataan limbah, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dan parkir. Namun, Mukhlis mengingatkan agar pembenahan ini dilakukan secara tuntas dan konsisten.
“Kami memberikan peringatan terkait isu lingkungan di kawasan wisata. Jangan ada lagi hotel yang membuang limbah ke laut atau saluran air yang tersumbat akibat pembangunan. Wilayah resapan air seperti di area Grand Pangandaran juga harus diawasi ketat oleh Bupati,” tegasnya.
Rapor Merah
Meski banyak progres, GP Ansor memberikan “rapor merah” pada aspek dinamisasi pemerintahan. Muhlis melihat adanya disharmonisasi antara eksekutif dan legislatif, bahkan antara Bupati dan Wakil Bupati yang terkesan berjalan sendiri-sendiri.
“Dinamisasi ini seolah tidak ada. Eksekutif dan legislatif berjalan masing-masing tanpa koordinasi yang matang. Hal ini memicu pertanyaan di masyarakat mengenai peran Wakil Bupati dan Dewan dalam mengawal kebijakan daerah,” ungkapnya.
Selain itu, transparansi informasi publik juga dianggap masih minim. Banyak produk hukum seperti Peraturan Daerah (Perda) tentang pengendalian minuman keras (miras) dan tata ruang yang tidak tersosialisasi dengan baik hingga ke akar rumput. Akibatnya, partisipasi dan pengawasan masyarakat menjadi tidak optimal.




