Festival Film Disabilitas Kembali Digelar di Yogyakarta
Yogyakarta menjadi tuan rumah Festival Film Disabilitas (FFDIS) untuk kedua kalinya, setelah pertama kali diselenggarakan pada tahun 2013. Festival ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai isu difabilitas di Indonesia.
Penyelenggaraan FFDIS kali ini melibatkan berbagai film dokumenter yang diikutsertakan oleh para pembuat film, didukung oleh United Cerebral Palsy-Roda untuk Kemanusiaan Indonesia. Pambudi, Direktur FFDIS, mengungkapkan bahwa karya-karya film yang ditampilkan memberikan perspektif yang beragam mengenai kehidupan para difabel di Indonesia.
Pada FFDIS #2, selain kategori film dokumenter, juga terdapat kategori film fiksi. Sebanyak 29 karya film, baik dokumenter maupun fiksi, berpartisipasi dalam festival ini. Beberapa di antaranya adalah hasil karya pelajar dari berbagai Sekolah Menengah Umum (SMU) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia.
Pambudi menambahkan bahwa film-film yang ditampilkan dalam festival ini dapat digunakan sebagai alat untuk kampanye pemenuhan hak-hak kelompok difabel di Indonesia. Meskipun ada beberapa karya, terutama dalam kategori film fiksi, yang masih memperlihatkan difabel sebagai objek dan terkesan mendramatisasi, penyelenggara tetap mengapresiasi usaha tersebut sebagai pendekatan baru dalam menghadirkan isu difabilitas kepada masyarakat.
Ragam sudut pandang yang ditampilkan dalam FFDIS #2 menunjukkan bagaimana masyarakat masih memandang difabel sebagai entitas yang berbeda. Sebelum malam penganugerahan, karya-karya film tersebut telah diputar di beberapa kota, termasuk Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta, sejak 1 Desember 2014. Tujuan dari pemutaran ini adalah untuk memperluas wawasan tentang isu difabilitas serta mengumpulkan masukan dari publik.
Malam penganugerahan untuk FFDIS #2 dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari 2015 di Lembaga Indonesia Prancis (LIP) Yogyakarta, mulai pukul 19.00. Acara ini akan dihadiri oleh para pembuat kebijakan dan aktivis difabel, yang akan terlibat dalam diskusi mengenai aksesibilitas publik bagi difabel di Indonesia.




