Ferry Irawan, Korban Pesawat ATR 42-500, Dikenang Sebagai Sosok Baik di Bogor
Ringkasan Berita:
Ferry Irawan, pegawai KKP, menjadi korban pesawat ATR 42-500 yang hilang di Sulawesi Selatan.
Ferry merupakan warga Bogor Selatan dan dikenal sebagai pribadi baik oleh tetangganya.
Warga berharap Ferry segera ditemukan.
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Ferry Irawan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadi salah satu korban pesawat ATR 42-500 ternyata warga Komplek Perumahan Mina Bhakti Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Berdasarkan data yang dihimpun, Ferry sendiri merupakan kelahiran bulan Februari tahun 1985 atau saat ini berusia 40 tahun.
Dalam data yang dilihat, dia bertugas sebagai Analis Kapal Pengawas di Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.
Meski begitu, Sosok Ferry sendiri masih dikenang walaupun ia sendiri saat ini sibuk dipekerjaannya.
Ketua RT 006 Perumahan Mina Bhakti Ari Fakhrizal mengatakan, Ferry sendiri merupakan sosok yang baik dan aktif bergaul.
“Pak Ferry adalah orang yang baik yang selama ini bergaul di wilayah kami. Ia juga aktif bermasyarakat,” kata Ari kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (18/1/2026).
Namun, semenjak bekerja di KKP, Ferry sudah jarang bergaul.
Hampir setiap minggu, sambung Ari, ia pergi keluar daerah.
“Jadi untuk bertemu juga agak kurang dengan kami. Paling liburan aja kaya Minggu itupun sorenya uda berangkat lagi,” ujarnya.
Sebelum diangkat sebagai pengawas, Ferry sangat aktif dimasyarakat.
Pada perayaan Idul Adha beberapa tahun kebelakang, Ferry sendiri pernah menjadi sebagai Ketua Panitia Kurban.
“Cuma tadi pas diangkat jadi pengawas agak berkurang,” ujarnya.
Ia berharap, Ferry segera ditemukan pasca menjadi korban.




