Fenomena Kesurupan Massal di Limbangan, Garut: Pandangan Psikologi dan Islam
Sumber Foto: Desk Jabar
Ragam Pandang

Fenomena Kesurupan Massal di Limbangan, Garut: Pandangan Psikologi dan Islam

Baru-baru ini, sebuah perusahaan sepatu di Limbangan, Garut, menjadi sorotan publik setelah lebih dari 80 karyawan, semuanya perempuan, dilaporkan mengalami kesurupan massal. Peristiwa ini mengundang perhatian warga sekitar dan pihak perusahaan yang kemudian meminta bantuan dari aparat kepolisian, TNI, tim medis, serta puluhan ulama.

Kesurupan massal ini dilaporkan terjadi saat tim manajemen sedang mengadakan rapat harian di bagian produksi. Kesurupan dianggap sebagai kondisi di mana seseorang mengalami kehilangan kendali atas tubuh dan pikirannya, yang diyakini disebabkan oleh roh gaib. Biasanya, kondisi ini ditandai dengan perilaku tidak wajar, seperti berteriak, menjerit, atau bahkan menirukan perilaku hewan.

Ustadz Muhammad Faizar, yang pernah menjadi bintang tamu di podcast Denny Sumargo, mengisahkan pengalamannya dalam mengobati kesurupan yang dianggap parah, di mana seorang pasien bisa memanjat dinding layaknya cicak. Namun, pertanyaannya adalah, apa sebenarnya kesurupan itu dan mengapa bisa terjadi?

Definisi Kesurupan Menurut Psikologi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kesurupan diartikan sebagai kemasukan (setan atau roh) yang menyebabkan perilaku aneh. Menurut ahli psikologi, kesurupan dapat dijelaskan sebagai reaksi kejiwaan yang dikenal dengan istilah Disosiatif Trance Disorder (DTD). Gangguan ini muncul akibat konflik yang tidak terselesaikan dalam diri individu, yang kemudian memicu perilaku aneh ketika ada pemicu tertentu.

Kesurupan massal sering kali terjadi sebagai respons histeris dari individu yang terpengaruh. Dalam banyak kasus, seorang individu yang mengalami kesurupan dapat menulari orang-orang di sekitarnya, menimbulkan kecemasan yang meluas. Fenomena ini lebih umum terjadi pada perempuan, meskipun pria juga dapat menjadi pemicu reaksi tersebut.

Pandangan Islam tentang Kesurupan

Dari perspektif Islam, kesurupan dianggap sebagai gangguan dari jin atau setan, seperti yang dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah. Gangguan ini dapat terjadi pada saat emosi seseorang terguncang, seperti saat mengalami syahwat, amarah, atau ketakutan. Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa setan dapat mengalir dalam tubuh manusia, mirip dengan aliran darah.

Ustadz Abdul Somad menyarankan cara untuk mengobati kesurupan melalui ruqyah, yaitu dengan membaca beberapa ayat Al-Qur'an. Proses ini dimulai dengan membaca Al-Fatihah, diikuti dengan beberapa surat lainnya, dan ditutup dengan ayat kursi serta ayat terakhir dari surat Al-Baqarah. Setelah itu, hembusan atau tiupan dari pembaca ruqyah diusapkan ke seluruh tubuh pasien.

Kesimpulan

Fenomena kesurupan massal yang terjadi di Limbangan menunjukkan bahwa kondisi ini tidak hanya menjadi perhatian dari sudut pandang mistis, tetapi juga dapat dipahami melalui pendekatan psikologis. Baik dari perspektif ilmiah maupun religius, kesurupan tetap menjadi topik yang menarik untuk diteliti lebih dalam, mengingat kompleksitas yang melingkupinya.