Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Agung Setyawan-Ambar Purwoko di Kulon Progo
Kulon Progo (ANTARA) - Anggota DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Agung Raharjo menilai satu tahun kepimpiman Bupati-Wakil Bupati Kulon Progo Agung Setyawan-Ambar Purwoko terasa tidak ada bedanya dengan pemerintahan sebelumnya.
Agung Raharjo di Kulon Progo, Jumat, mengatakan Kulon Progo tiga tahun dipimpin penjabat bupati yang bukan dari proses politik, dengan sekarang dipimpin oleh bupati yang membawa visi misi tapi sampai saat ini tidak ada perubahan yang dirasakan oleh masyarakat.
"Pada umumnya seorang bupati yang terpilih melalui proses politik pasti punya visi misi. Nah, visi misinya bupati itu seperti apa saja sampai sekarang tidak tersosialisasikan dengan baik. Bahkan untuk mengevaluasi apakah sudah melaksanakan visi misi saja kesulitan. Dan tidak terlihat ada apa, program kerja atau gebrakan spesifik yang berbeda dengan ketika belum dijabat oleh beliau," kata Agung.
Ia mengatakan selama satu tahun ini, pemerintahan di Kulon Progo masih landai saja seperti sebelumnya, tidak ada gebrakan. Kalau ada kegaduhan justru malah kegaduhan yang tidak substantif untuk kemajuan Kulon Progo. Ia mencontohkan, kebijakan batik yang paling menonjol karena menonjolkan simbol-simbol baru, namun tidak terlalu signifikan untuk kemajuan untuk kemajuan Kulon Progo.
"Persoalan pokok seperti infrastruktur publik, belum ada solusi. Kalau alasannya dana, mungkin sebenarnya ada beberapa daerah lain yang bisa melaksanakan terobosan infrastruktur publik dengan bagus, dengan cara smart, dengan cara yang tertata," katanya.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kulon Progo ini juga menyoroti persoalan komunikasi publik atau sifat pemimpin yang mengayomi dan merangkul itu tidak dirasakan. Sehingga yang dirasakan itu malah suasana saling curiga dan cenderung saling menjatuhkan. Itu yang terasa suasana kabupaten yang seperti itu. Selain itu, tidak saling suport untuk kemajuan bersama. Bahkan ketika ada masukan yang sifatnya membangun saja tanggapan yang muncul malah negatif dan sebagainya.
"Saya kira memang kemampuan untuk merangkul semua dan menggerakkan seluruh potensi yang ada untuk kemajuan Kulon Progo itu yang tidak, belum terlihat sampai satu tahun kepemimpinan beliau," katanya
Lebih lanjut, Agung menyarankan supaya pemerintahan Bupati-Wakil Bupati Kulon Progo Agung Setyawan-Ambar Purwoko pada tahun kedua ini bisa kembali merumuskan visi misi yang lebih detail. Visi misi dirumuskan dengan sederhana dan apa, variabel untuk dicapai, realistis untuk dicapai. Misalnya setahun ke depan mau apa.
"Dengan seperti itu maka masyarakat akan memiliki harapan," katanya.
Agung juga menilai rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) satu tahun terakhir dan satu tahun mendatang belum mencerminkan visi bupati dan wakil bupati.
"Menurut yang kita pelajari belum ada visi spesifik. Coba kalau kita ingat, apa yang kita ingat dari beliau setelah menjabat? Apa yang bisa diingat publik sebagai sebuah terobosan yang berkemajuan itu belum, belum terasa. Ya misalnya mau membenahi apa, Bedah Menoreh yang mau namanya apa pun misalnya, bereskan itu, enggak ada juga. Kemudian misalnya mau membereskan stunting gitu misalnya, tidak ada juga. Misalnya mau dalam hal pendidikan yang istimewa, pendidikan karakter yang seperti apa, itu tidak ada juga. Dalam hal infrastruktur enggak ada juga, dalam hal apa, peningkatan ekonomi masyarakat apa juga? Tidak ada. Semoga ada program yang dirumuskan dan dapat diwujudkan mulai tahun kedua ini," katanya.




