Dr. Sitti Suryani: Peneliti dan Penulis Buku Ragam Hias Budaya Makassar
Dr. Sitti Suryani, seorang guru di SMP Negeri 3 Pattalassang, Kabupaten Gowa, menyampaikan bahwa ragam hias budaya Makassar masih kurang dikenal, baik di kalangan masyarakat lokal maupun di tingkat nasional dan internasional. Ia menyoroti bahwa selama ini, ragam hias yang dikenal masyarakat lebih banyak berasal dari Toraja, padahal Makassar memiliki kekayaan ragam hiasnya sendiri.
Melihat minimnya referensi tentang ragam hias budaya Makassar, Sitti menjadikan tema ini sebagai objek penelitian dalam disertasinya. Dalam disertasinya yang berjudul "Pengembangan Model Pembelajaran Seni Budaya Melalui Google Sites untuk Meningkatkan Kreativitas Menggambar Ragam Hias Budaya Makassar pada Siswa Sekolah Menengah Pertama," Sitti berusaha memperkenalkan motif-motif ragam hias kepada siswa, yang merupakan generasi penerus budaya.
Sitti, yang lahir di Ujung Pandang pada 21 Juli 1974, menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) di IKIP Ujung Pandang (sekarang UNM) pada jurusan Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan, dilanjutkan dengan gelar Magister (S2) di Program Pascasarjana UNM dengan konsentrasi Pendidikan Seni Rupa. Ia meraih gelar Doktor (S3) dalam Ilmu Pendidikan dari Program Pascasarjana UNM pada tahun 2022.
Pengalamannya dalam menyusun disertasi bertepatan dengan momen peringatan Hari Ibu, yang menggambarkan komitmennya terhadap pendidikan dan pelestarian budaya. Disertasi tersebut telah disunting menjadi sebuah buku berjudul "Menggambar Ragam Hias Budaya Makassar, Pembelajaran Seni Budaya Melalui Google Sites dengan Pendekatan Project Based Learning." Buku ini ditujukan sebagai media pendukung untuk mata pelajaran Seni Budaya cabang Seni Rupa bagi siswa SMP dengan memanfaatkan aplikasi Google Sites.
Dalam bukunya, Sitti mempertemukan dua aspek penting, yaitu pelestarian kearifan lokal dan budaya Makassar serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Ia menjelaskan bahwa ragam hias Makassar dapat ditemukan di berbagai tempat dan dalam berbagai bentuk, termasuk pada benda pakai seperti sarung sutera dengan motif curak labba, motif caddi, dan lainnya.




