Digitalisasi Bisnis Hampers Ramadan: Kunci Sukses UMKM di Era Digital
Sumber Foto: Kompasiana.com
Ekonomi

Digitalisasi Bisnis Hampers Ramadan: Kunci Sukses UMKM di Era Digital

Business Pilihan

Peluang Digitalisasi Bisnis Hampers Ramadan dengan Koneksi Tanpa Batas

21 Februari 2026 23:44 Diperbarui: 21 Februari 2026 23:44 70 1 0

+

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Lihat foto

Pagi ini, hari Ramadan ketiga, Mella membuka laptop lebih cepat dari biasanya. Jam baru menunjukkan pukul 08.00, tapi notifikasi WhatsApp Business sudah berdatangan. Pesanan hampers kue kering buatannya meningkat tajam sejak awal Ramadan.

"Ramadan selalu ramai, tahun ini aku harus optimis pesanan bisa melonjak tinggi," ungkap Mella yang tak lain dia adalah kakak iparku. Berhubung kami tinggal satu atap, aku memang memantau permintaan pesanan kue kering yang terus naik dari hari ke hari. Aku juga melihat bahwa Mella mulai serius mendigitalisasi bisnis kecilnya itu.

Biasanya, dia melakukan serba manual. Catat pesanan di buku tulis, konfirmasi transfer lewat chat, promosi hanya lewat media sosial seperti akun instagram dan tiktok pribadi bahkan melalui story WhatsApp. Kadang Mella kewalahan karena ada saja pesanan yang terlewat, alamat tertukar, hingga stok bahan dasar pernah habis tanpa ia sadari.

Hari ini, aku pun berkata kepadanya, " Kalau Ramadan tahun ini omsetmu bakal naik, maka bukan cuma penjualan yang harus dikejar. Tetapi juga kebutuhan sistem teknologi yang harus terstruktur."

Bagiku, tipikal Mella ini menjadi bagian dari pegiat UMKM yang harus sadar dalam meningkatkan daya saing digitalisasi bisnisnya. Akses digital sangat penting supaya para pegiat UMKM bisa menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia yang berkontribusi besar pada PDB dan lapangan kerja berkualitas.

Untungnya, Mella mulai mencari solusi: bagaimana bisnis kecil tetap terasa personal, tapi operasionalnya rapi dan scalable. Disitulah ia mulai mengenal solusi digital, mulai dari katalog online, dashboard pesanan, sampai integrasi pembayaran. Namun yang paling membuka pikirannya adalah ketika ia melihat salah satu video tentang infrastruktur komunikasi digital dari akun YouTube Primacom Interbuana. Begitu banyak sesuatu sederhana terkait Primacom yang menyediakan solusi komunikasi terpadu dengan relevansi teknologi terkini.

Dalam digitalisasi bisnis, Ramadan menjadi momentum " peak season emotional". Artinya, orang membeli lebih cepat, bertanya lebih sering, dan menginginkan respons yang instan. Bila ada merek atau brand yang lambat, maka bisa langsung tertinggal.

Bagi Mella, digitalisasi bisnis bukan sekadar punya toko online. Tapi, memastikan komunikasi dengan pelanggan berjalan lancar, website tidak lambat, sistem chat stabil, notifikasi pesanan terkirim, hingga live streaming promo tanpa gangguan. Hal-hal yang selama ini terlihat teknis, ternyata bisa memengaruhi pengalaman pelanggan.

Jelang sore, biasanya Mella melakukan live streaming penjualan paket promo hampersnya. Kalau Ramadan tahun lalu, live -nya sering patah atau trouble error. Ramadan kini jauh lebih stabil dengan koneksi tanpa batas dari internet yang andal. Pesanannya bisa masuk lebih cepat dan Ia bisa memproses semuanya lebih rapi karena data lebih mudah tercatat otomatis.

Tangkapan layar TikTok Mella saat sedang jualan live streaming (dokpri)

HALAMAN :

1

2

LIHAT SEMUA

Mohon tunggu...

Lihat Business Selengkapnya

Beri Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

KIRIM

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

TAG

primacom

blogcompetition

ramadan bercerita 2026

ramadan bercerita 2026 hari 4

entrepreneur

money

bisnis

business