Deaf U: Menyelami Kehidupan Mahasiswa Penyandang Tuli di Gallaudet University
JAKARTA, KOMPAS.com - Serial dokumenter Deaf U adalah sebuah karya yang menggambarkan kehidupan sekelompok mahasiswa penyandang tuli di Gallaudet University, satu-satunya perguruan tinggi di dunia yang didedikasikan untuk komunitas tuli, yang terletak di Washington DC.
Melalui delapan episode yang ditayangkan, penonton diajak untuk memahami lebih dalam mengenai kehidupan sehari-hari para mahasiswa penyandang tuli serta tantangan yang mereka hadapi di lingkungan akademis dan sosial.
Nyle DiMarco, seorang aktivis dan figur publik yang juga penyandang tuli, berperan sebagai salah satu produser eksekutif dalam proyek ini. DiMarco berharap Deaf U dapat mengubah pandangan masyarakat tentang penyandang tuli dan menunjukkan bahwa mereka adalah bagian integral dari masyarakat luas.
Kisah Empat Mahasiswa
Serial ini berfokus pada pengalaman empat mahasiswa yang berasal dari latar belakang yang berbeda, yaitu Daequan Taylor, Cheyanna Clearbook, Renate Rose, dan Rodney Buford. Masing-masing dari mereka memiliki perjalanan unik yang menggambarkan keragaman dalam komunitas tuli.
- Daequan Taylor kehilangan pendengarannya pada usia enam tahun akibat kecelakaan yang mengakibatkan tulang tumbuh di gendang telinganya.
- Renate Rose, mahasiswa asal Kansas, berbagi cerita tentang berbagai tantangan yang dihadapi penyandang tuli dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
- Cheyanna Clearbook dan Rodney Buford juga memiliki kisah yang mencerminkan pengalaman hidup yang berbeda, termasuk latar belakang keluarga yang juga menyandang tuli.
Serial dokumenter ini diproduksi oleh Eric Evangelista, Shannon Evangelista, dan Brandon Panaligan, dan telah mulai tayang di layanan streaming Netflix sejak hari ini, Jumat (9/10/2020). Melalui Deaf U, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan menghargai keberagaman serta kontribusi penyandang tuli dalam kehidupan sehari-hari.




