Bisnis Jamu Modern Menarik Perhatian di Bulan Ramadan
Sumber Foto: wartakota.tribunnews.com
Ekonomi

Bisnis Jamu Modern Menarik Perhatian di Bulan Ramadan

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Bisnis jamu kekinian kian dilirik menjelang Ramadan. Pelaku usaha mulai menghadirkan minuman tradisional dalam kemasan modern dan menyasar pasar menengah ke atas, bahkan merambah lokasi strategis seperti bandara.

Tren tersebut mengemuka dalam diskusi daring yang digelar Herbalped, Senin (16/2/2026).

Salah satu pelaku usaha yang mengembangkan konsep tersebut adalah Bernadetta Yuni, pengusaha asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam setahun terakhir, ia merambah bisnis minuman tradisional melalui merek Jamu Nongendong.

Berangkat dari hobi meracik rempah untuk konsumsi pribadi, Yuni melihat peluang pasar yang lebih luas ketika minuman herbal mulai diminati kalangan muda.

Momentum itu semakin kuat setelah ia menjuarai lomba meramu jamu di Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada 2023.

Melihat potensi tersebut, Yuni tidak hanya menjual jamu dalam kemasan konvensional.

Ia menghadirkan inovasi dengan menambahkan soda, boba, dan varian rasa modern agar lebih diterima generasi muda, tanpa meninggalkan identitas sebagai minuman tradisional berbahan rempah.

Dari sisi pemasaran, produknya dikemas dalam botol praktis dan dipasarkan melalui showcase yang ditempatkan di lokasi strategis seperti mal, hotel, restoran hingga klinik.

Bahkan, saat ini ia tengah mengurus perizinan BPOM dan sertifikat halal menyusul tawaran pemasaran di Yogyakarta International Airport.

Menurut Yuni, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menaikkan citra jamu sebagai produk premium, bukan sekadar minuman tradisional kelas bawah.

Selain inovasi produk, strategi branding juga menjadi kunci.

Dalam diskusi yang digelar Herbalped, para pelaku usaha sepakat bahwa pendekatan kreatif di media sosial penting untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Pasangan Didik Mardi dan Putri Ayu, misalnya, mempromosikan minuman herbal mereka dengan cara unik, yakni berjualan sambil bernyanyi lalu membagikannya melalui platform digital.

Pendekatan tersebut dinilai efektif membangun kedekatan dengan konsumen sekaligus memperkuat identitas merek.