Akademisi dan Peneliti Soroti Relasi Militer, Bisnis, dan Politik
Sumber Foto: JPNN.com
Ekonomi

Akademisi dan Peneliti Soroti Relasi Militer, Bisnis, dan Politik

Aspek News - Sejumlah akademisi dan peneliti mengungkapkan bahaya pudarnya profesionalisme militer di Indonesia, serta mengkhawatirkan potensi kudeta gaya baru yang berbentuk "state capture". Pernyataan ini disampaikan dalam diskusi publik yang bertajuk, "Militer, Bisnis, dan Politik: Pelajaran dari Kudeta Militer di Berbagai Negara".

Awal Kejadian

Diskusi publik berlangsung pada Rabu, 08 Juli 2026, di Jakarta Pusat. Tema yang diangkat mencakup hubungan antara militer, bisnis, dan politik, serta pengaruhnya terhadap stabilitas negara.

Perkembangan

Kepala Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45), Jaleswari Pramodhawardani, menegaskan bahwa pertanyaan mengenai kemungkinan kudeta oleh militer sudah tidak relevan. Ia menyatakan bahwa ancaman yang lebih nyata saat ini adalah penguasaan aturan oleh kelompok kepentingan tertentu melalui jalur hukum yang sah.

Jaleswari mengungkapkan bahwa ancaman tersebut muncul dalam sistem yang tampak stabil, memanfaatkan instrumen hukum seperti undang-undang. Ia mencontohkan pengesahan UU Polri No. 5/2026 dan revisi UU TNI No. 3/2025, yang memberikan peluang lebih besar bagi personel militer aktif untuk menduduki jabatan sipil, sebagai bentuk normalisasi keterlibatan militer dalam birokrasi.