Wagub Sulsel Dukung Komunitas PPA dalam Pembinaan Anak Yatim
Aspek News - waktu baca 2 menit
Masyarakat Sulawesi Selatan memiliki karakter solidaritas dan empati yang kuat sebagai modal sosial membangun masa depan anak-anak
Makassar (ANTARA) - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengapresiasi Komunitas Pola Pertolongan Allah (PPA) dan Yayasan Abulyatama Indonesia yang terus konsisten menghadirkan ruang pembinaan dan harapan bagi anak-anak yatim di daerah itu.
Fatmawati dalam keterangannya di Makassar, Sabtu, mengatakan komunitas itu dalam program tahun ini bahkan optimistis menargetkan menjangkau 5.000 anak yatim melalui roadshow di 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
“Dan tahun ini targetnya 5.000 anak yatim yang akan diasuh. Ini langkah luar biasa, dan akan menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan,” katanya usai dikukuhkan sebagai Bunda Yatim Sulsel.
Fatmawati menegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan siap membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam upaya membina dan melindungi anak-anak yatim sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.
Baca juga: OJK-Baznas perkuat literasi keuangan seribu anak yatim di Malang
Menurutnya, masyarakat Sulawesi Selatan memiliki karakter solidaritas dan empati yang kuat sebagai modal sosial membangun masa depan anak-anak.
“Kami siap berkontribusi, siap bergandengan tangan, karena kita tahu anak-anak kita adalah masa depan bangsa. Masyarakat Sulawesi Selatan punya solidaritas tinggi, punya empati, dan saling merangkul,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah terus memperkuat sektor pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas generasi muda.
Salah satunya melalui program Sekolah Rakyat yang menjadi prioritas pemerintah pusat, di mana Sulawesi Selatan telah memiliki tujuh Sekolah Rakyat sebagai bagian dari perluasan akses pendidikan inklusif.
Baca juga: 1.000 siswa yatim-piatu penerima KJP di Jakbar ikuti "try out" gratis
Selain itu, Fatmawati secara rutin menggelar forum diskusi kelompok terarah (FGD) di rumah jabatan Wakil Gubernur guna merumuskan langkah strategis dalam memberikan perlindungan dan kesetaraan pendidikan bagi seluruh anak, termasuk anak yatim.
“Setiap bulan saya membuka FGD di rumah jabatan, untuk mencari cara terbaik memberikan kesetaraan pendidikan dan perlindungan yang baik bagi generasi kita,” jelasnya.
Ia memberikan pesan motivasi kepada anak-anak yatim agar terus memiliki harapan dan semangat dalam meraih masa depan.
“Teruslah bermimpi, mimpi itu gratis. Terus belajar, terus mencintai Al Quran, karena kalian adalah cahaya untuk Sulawesi Selatan,” pesannya.
Ustadz Muhlis Katili, Trainer PPA Institute, yang menilai kehadiran dan dukungan langsung Wakil Gubernur memberikan semangat baru bagi anak-anak yatim untuk bangkit dan meraih masa depan yang lebih baik.
Baca juga: Kaltim optimalkan tiga panti rehabilitasi respons anak terlantar
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.




