UNJ Menanggapi Pernyataan Megawati Mengenai Jakarta yang Amburadul
Sumber Foto: CNN Indonesia
Sudut Aspek

UNJ Menanggapi Pernyataan Megawati Mengenai Jakarta yang Amburadul

Ketua Senat dan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Hafid Abbas, memberikan tanggapan terhadap pernyataan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri, yang menilai Jakarta dalam kondisi amburadul. Pernyataan tersebut muncul setelah tim riset UNJ, yang dipimpin oleh Hafid, mempresentasikan hasil penelitian tentang pemeringkatan kota-kota mahasiswa di Indonesia pada tahun 2020.

Dalam acara 'Dialog Kebangsaan: Pembudayaan Pancasila dan Peneguhan Kebangsaan Indonesia di Era Milenial' yang disiarkan secara daring, Megawati mengungkapkan bahwa DKI Jakarta seharusnya dapat meraih predikat Kota Mahasiswa melalui perbaikan tata kota yang melibatkan akademisi dan insinyur. Ia menyebutkan bahwa hasil penelitian menunjukkan Jakarta berada di posisi enam dari seluruh kota di Indonesia.

Hafid menjelaskan bahwa dalam riset tersebut terdapat lima indikator penilaian yang digunakan, yaitu keberadaan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi A, aspek keamanan, biaya hidup, peluang kerja, dan daya tarik kota. Hasil penelitian menunjukkan Semarang menduduki peringkat pertama dengan skor 17, diikuti oleh Solo dan Surabaya dengan skor masing-masing 15, serta Denpasar dengan skor 14. Jakarta, dengan skor 10, menempati posisi keenam.

Menanggapi pernyataan Megawati, Hafid tidak mempermasalahkan istilah amburadul, tetapi menekankan bahwa penelitiannya bersifat ilmiah dan tidak ada maksud politik di dalamnya. Ia berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi siswa yang ingin memilih tempat untuk melanjutkan pendidikan tinggi serta menjadi acuan bagi kepala daerah dalam menjadikan wilayah mereka sebagai kota yang mendukung kehidupan akademik.

Hafid juga mengajak Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk menggunakan hasil penelitian ini dalam melakukan standarisasi dan pembinaan kepada seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan akreditasi mereka demi menjadikan kota mereka sebagai Kota Mahasiswa.