Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Tingkatkan Keterampilan Berbahasa Bunda PAUD di Surabaya
Sumber Foto: Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya - UNUSA
Sudut Aspek

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Tingkatkan Keterampilan Berbahasa Bunda PAUD di Surabaya

Surabaya - Pendidikan anak usia dini merupakan tahap penting dalam pembinaan anak sejak lahir hingga enam tahun. Pada masa ini, anak menerima rangsangan pendidikan yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta rohani. Hal ini penting agar anak siap memasuki jenjang pendidikan yang lebih lanjut, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.

Anak usia dini memiliki karakteristik unik yang berbeda dari orang dewasa. Mereka cenderung aktif, dinamis, kreatif, dan sangat ingin tahu. Pada fase ini, anak mulai mengembangkan keterampilan berbahasa, yang sangat krusial untuk komunikasi dan pembelajaran di masa depan. Memahami pentingnya penguasaan bahasa sejak dini, dua dosen dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Rudi Umar Susanto, S.Pd., M.Pd. dan Fifi Khoirul Fitriyah, S.Pd., M.Pd., melaksanakan program pengabdian masyarakat yang ditujukan kepada bunda-bunda PAUD di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif Kota Surabaya.

Keterampilan Berbahasa sebagai Fondasi Pendidikan

Rudi Umar Susanto menyatakan bahwa kemampuan berbahasa mencakup empat aspek: membaca, menulis, berbicara, dan menyimak. Keempat aspek ini saling terkait dan berkontribusi tidak hanya dalam konteks berbahasa, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. "Pemberdayaan keterampilan berbahasa dimulai dari membaca dan menulis, yang kemudian mengarah kepada kemampuan menyimak dan berbicara," jelasnya.

Ia menambahkan, siapa pun yang mampu membudayakan membaca dan menulis akan memiliki keunggulan dalam membangun peradaban dan tradisi masyarakat yang berilmu. Dalam kegiatan ini, sebanyak 40 bunda PAUD berpartisipasi untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengajar anak usia dini.

Pentingnya Penguasaan Bahasa pada Anak Usia Dini

Fifi Khoirul Fitriyah, anggota tim pengabdian, menjelaskan bahwa penguasaan bahasa, terutama keterampilan berbicara, dapat diperoleh melalui pembelajaran yang efektif. Proses ini disebut pemerolehan bahasa kedua, yang terjadi ketika anak belajar bahasa melalui pengalaman yang disadari. Tujuan dari pengembangan kemampuan berbahasa anak adalah agar mereka mampu mengungkapkan pikiran dengan sederhana dan berkomunikasi secara efektif.

Namun, Fifi juga mencatat bahwa saat ini penguasaan keterampilan berbicara anak masih belum optimal. Fenomena yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa banyak anak belum mampu menjawab atau mengajukan pertanyaan dasar, serta mengungkapkan pendapat sederhana. Hal ini menjadi tantangan bagi para bunda PAUD dalam memberikan pembelajaran yang efektif kepada anak.

"Dengan adanya program pemberdayaan ini, diharapkan mampu membantu bunda PAUD dalam meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini," tutupnya.