Unisnu Jepara Siapkan Mahasiswa Hadapi Mobilitas Global Melalui Workshop ISMSP 2026
Sumber Foto: SuaraBaru.id
Internasional

Unisnu Jepara Siapkan Mahasiswa Hadapi Mobilitas Global Melalui Workshop ISMSP 2026

Aspek News - JEPARA (SUARABARU.ID) – UPT Layanan Internasional Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menyelenggarakan rangkaian Workshop International Students Mobility Support Program (ISMSP) 2026 dalam dua sesi, yakni pada 7 Februari 2026 dan 24 Februari 2026.

Seluruh kegiatan berlangsung di Gedung Seminar Pascasarjana Unisnu Jepara dan diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari setiap program studi (prodi). Juga menghadirkan perwakilan dari sekolah sebagai bagian dari penguatan jejaring kolaborasi pendidikan.

Sesi pertama yang digelar pada 7 Februari 2026 menghadirkan narasumber Lulu April Farida, S.Pd., M.Phil., M.Pd., Ph.D. dengan tema “Setting the Stage for Global Mobility: Preparation and Networking.” Pada sesi ini, peserta mendapatkan pembekalan seputar pemahaman mobilitas global, strategi persiapan studi ke luar negeri, hingga penguatan personal branding untuk konteks internasional.

Tak hanya itu, Lulu juga menekankan pentingnya membangun jejaring yang bermakna, termasuk global networking essentials, kesadaran lintas budaya dalam berjejaring, serta cara memanfaatkan pengalaman mobilitas untuk dampak dan peluang masa depan.

Sesi kedua dilaksanakan pada 24 Februari 2026 dengan menghadirkan dua narasumber dari Pakistan, yakni Aftab, B.S. dan Mathan Kumar, B.S.. Aftab membawakan tema “Navigating Daily Life Abroad: Ethics, Etiquette, and Appropriate Conduct,” yang mengulas pemahaman norma sosial di luar negeri, etika dalam lingkungan akademik dan profesional, etiket di ruang publik maupun privat, hingga komunikasi yang tepat lintas budaya.

Peserta juga diajak memahami isu sensitif dan batas-batas budaya, termasuk do’s and don’ts yang kerap menjadi kesalahan umum mahasiswa ketika menjalani aktivitas di negara lain, serta cara menangani miskomunikasi dan konflik.

Sementara itu, Mathan Kumar mengangkat tema “Global Pathways to Scholarships: Preparing Students for International Mobility and Cross-Country Education Policies.” Materi yang dibahas meliputi strategi persiapan beasiswa internasional, pemetaan skema beasiswa di berbagai negara, pemahaman regulasi akademik dan imigrasi bagi mahasiswa internasional, hingga literasi finansial dan kebijakan hidup di luar negeri. Sesi ini juga diperkaya dengan success stories dan praktik terbaik dari pengalaman penerima program internasional, serta gambaran mobilitas berkelanjutan untuk mendukung karier global.

Dalam sambutannya, Kepala UPT Layanan Internasional Unisnu Jepara, Aprilia Riyana Putri, menegaskan bahwa ISMSP 2026 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan program pendampingan yang disiapkan untuk membangun kesiapan mahasiswa secara lebih menyeluruh sebelum terjun ke lingkungan internasional.

“Program mobilitas internasional itu tidak hanya bicara soal keberangkatan. Ada proses panjang yang harus dipahami, mulai dari persiapan akademik, penguatan soft skill, hingga kesiapan beradaptasi dengan budaya, etika, dan aturan di negara tujuan. Workshop ini kami hadirkan sebagai ruang belajar dan latihan agar mahasiswa Unisnu punya bekal yang matang,” tutur Aprilia Riyana Putri.

Ia menyampaikan bahwa tantangan global menuntut mahasiswa memiliki kompetensi yang lebih dari sekadar nilai akademik. Menurutnya, mahasiswa perlu mampu membangun komunikasi lintas budaya, berjejaring secara profesional, serta memahami etika ketika berada di lingkungan baru—baik di kampus, tempat tinggal, maupun ruang publik.

“Ketika kalian berada di luar negeri, kalian membawa identitas diri, membawa almamater Unisnu, dan membawa wajah Indonesia. Karena itu, etika, cara berkomunikasi, cara bersikap, dan cara menghargai perbedaan menjadi hal yang sangat penting. Itulah mengapa materi yang kami susun di ISMSP 2026 ini menyentuh aspek strategi, jejaring global, hingga etiket dan pemahaman kebijakan,” lanjutnya.

Aprilia juga menekankan bahwa UPT Layanan Internasional berkomitmen menjadi support system bagi mahasiswa yang ingin mengambil peluang internasional, mulai dari tahap informasi, pendampingan persiapan, hingga penguatan kapasitas sebelum dan saat mobilitas berlangsung.