Unismuh Luwuk Resmi Luncurkan Prodi Sistem dan Teknologi Informasi
Aspek News - Luwukpost.id -
Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan tinggi di Kabupaten Banggai. Kampus tersebut kini resmi membuka Program Studi (Prodi) Sistem dan Teknologi Informasi Program Sarjana (S1).
Kepastian pembukaan prodi baru itu ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 202/B/O/2026 tentang Izin Pembukaan Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi Program Sarjana pada Universitas Muhammadiyah Luwuk.
Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa, SE., MM, menyampaikan rasa syukur atas terbitnya SK tersebut.
“Alhamdulillah, SK Prodi baru Sistem dan Teknologi Informasi sudah keluar.” ujar Sutrisno kepada media ini, Sabtu (7/3).
Dalam keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi disebutkan bahwa pemerintah memberikan izin pembukaan Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi Program Sarjana pada Universitas Muhammadiyah Luwuk di Kabupaten Banggai yang diselenggarakan oleh Persyarikatan Muhammadiyah.
Program studi tersebut juga dinyatakan telah memenuhi persyaratan minimum akreditasi sebagaimana ketentuan yang berlaku.
Dengan bertambahnya program studi baru ini, Universitas Muhammadiyah Luwuk kini resmi memiliki 17 program studi jenjang S1. Nantinya, Prodi Sistem dan Teknologi Informasi akan berada di bawah naungan Fakultas Teknik Unismuh Luwuk.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Unismuh Luwuk, Dr. Ir. Moh. Gifari Sono, ST., MM., IPM., ASEAN.ENG, mengungkapkan rasa syukur atas terbitnya SK pembukaan prodi tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pengusulan hingga terbitnya izin resmi dari kementerian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Rektor Unismuh Luwuk, para Wakil Rektor, LPMPP Unismuh Luwuk, civitas akademika Fakultas Teknik, serta seluruh civitas Unismuh Luwuk yang telah bekerja keras dalam proses pembukaan prodi ini,” ungkapnya
Menurut Gifari, kehadiran Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan perkembangan zaman, khususnya di era disrupsi dan konsep Society 5.0, di mana kehidupan masyarakat semakin erat dengan digitalisasi dan teknologi informasi.




