Unhas Perkuat Kolaborasi Riset Global Melalui TRG dan PAIR Sulawesi
Makassar (ANTARA) - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas menyelenggarakan sosialisasi riset kolaborasi TRG dan PAIR Sulawesi sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem riset kolaboratif sekaligus memperluas jejaring kemitraan internasional.
Ketua LPPM Unhas Prof Muh. Nasrum Massi di Makassar, Jumat, mengatakan, sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai skema riset kolaborasi Thematic Research Group (TRG) sekaligus membuka peluang kemitraan melalui program Partnership for Australia - Indonesia Research (PAIR) Sulawesi.
Menurut dia, inisiatif ini merupakan bagian dari strategi institusi dalam memperluas jejaring riset dan meningkatkan kontribusi Unhas terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.
"Melalui pendekatan ini, kami berharap lahir riset-riset yang kuat secara metodologis, relevan terhadap kebutuhan masyarakat, serta berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja penelitian dan inovasi Unhas secara berkelanjutan,” jelas Prof Nasrum.
TRG merupakan model pengelompokan riset berbasis tema strategis universitas yang dirancang untuk mendorong kolaborasi lintas disiplin dan fakultas. TRG tidak hanya mengonsolidasikan tema-tema riset unggulan universitas, tetapi juga membangun kultur kolaborasi lintas disiplin.
Sementara program PAIR Sulawesi membuka ruang kolaborasi antara peneliti Indonesia dan Australia dalam menjawab isu-isu strategis di kawasan Sulawesi. Program ini menekankan penguatan kapasitas riset, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan solusi berbasis bukti.
“Melalui PAIR Sulawesi kami ingin memastikan kolaborasi internasional yang terbangun menghasilkan luaran riset yang konkret dan berdampak, bukan sekadar kerja sama administratif. Ini adalah bagian dari diplomasi riset Unhas di tingkat global,”katanya.
Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa menegaskan, penguatan riset kolaboratif merupakan pondasi utama dalam meningkatkan reputasi dan daya saing universitas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Keunggulan sebuah universitas hari ini tidak lagi ditentukan oleh kerja individual, tetapi oleh kemampuan membangun kolaborasi yang solid dan produktif. Riset kolaboratif adalah pondasi untuk menghadirkan inovasi yang berdampak dan mengangkat reputasi institusi di kancah global,” tegas Prof JJ.




