Transformasi Perlindungan Data Pribadi Melalui Kecerdasan Buatan
Sumber Foto: InfoKomputer
Teknologi

Transformasi Perlindungan Data Pribadi Melalui Kecerdasan Buatan

Michael Thiotrisno (Country Manager NetApp Indonesia)

Oleh: Michael Thiotrisno, Country Manager, NetApp Indonesia

Dalam rangka memperingati Data Privacy Day, tahun 2026 menandai momen penting dalam integrasi kecerdasan buatan (AI), privasi data, dan keamanan siber. Pesatnya perkembangan AI tidak hanya mengubah cara berbagai industri beroperasi, tetapi juga berdampak besar pada cara data dilindungi dan dikelola.

Dalam evolusi ini, kami mengamati tiga tren utama yang perlu diperhatikan oleh perusahaan:

Meningkatnya ancaman keamanan yang diperkuat oleh AI.

Fokus baru pada privasi data melalui tata kelola berbasis AI.

Meningkatnya kepercayaan terhadap data sebagai prioritas strategis bagi jajaran Direksi (C-suite).

Penting untuk membedakan secara jelas antara konsep privasi data dan keamanan siber. Privasi data berkaitan dengan penggunaan data secara etis, hak pengguna, serta memastikan informasi tidak disalahgunakan oleh tim internal maupun pihak ketiga. Sementara itu, keamanan siber merupakan mekanisme pertahanan untuk mencegah akses yang tidak sah.

Kini, di era AI, privasi data dan keamanan siber tidak lagi bisa dipisahkan. Kebijakan privasi data saja tidak cukup jika sistem yang digunakan masih rentan. Artinya, tidak ada privasi AI tanpa keamanan AI.

Keamanan sebagai Fondasi Privasi

AI berperan sebagai mitra penting sekaligus tantangan nyata. Di satu sisi, teknologi AI membantu memperkuat pertahanan sistem. Namun, kompleksitas ekosistem data modern juga membuka celah baru yang dapat mengancam privasi pengguna.

Menurut white paper terbaru dari IDC tentang AI-Ready Data Storage Infrastructure, organisasi TI saat ini rata-rate memiliki 6,4 silo data dan mengelola sekitar 13 salinan data yang tersebar di berbagai platform, mulai dari penyimpanan utama dan sekunder, hingga cloud dan edge.

Kondisi ini menciptakan ruang serangan yang lebih luas dan kerap luput dari pengawasan. Pelaku kejahatan siber memanfaatkan AI untuk mengidentifikasi silo data yang “terlupakan”, menyusup ke sistem, dan mencuri data pribadi sensitif yang bahkan mungkin tidak disadari keberadaannya oleh perusahaan. Semakin banyak salinan data yang tidak terkelola, semakin besar pula risiko kebocoran kepada pihak yang tidak berwenang. Dalam situasi ini, keamanan tidak hanya berfungsi untuk melindungi jaringan, tetapi juga menjadi kunci dalam menjaga komitmen privasi kepada pelanggan.

AI Mendorong Revolusi Tata Kelola Data

Seiring peran AI yang semakin besar, kebutuhan akan tata kelola data yang kuat juga semakin krusial. Tantangan utamanya terletak pada “bentuk” data itu sendiri. Riset IDC menunjukkan bahwa 92,3% data yang tersimpan bersifat tidak terstruktur atau semi-terstruktur, dan kategori ini akan terus tumbuh dengan laju 21,4% per tahun hingga 2028.

Mengelola database yang terstruktur tentu berbeda dengan mengelola petabyte data audio, video, dan dokumen yang tidak terstruktur. Inilah sebabnya tata kelola data kini menjadi prioritas di perusahaan. Perusahaan perlu mengadopsi solusi tata kelola berbasis AI untuk melindungi informasi tidak terstruktur ini sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi seperti GDPR dan PDPA Singapura. Bayangkan sebuah perusahaan yang menggunakan AI untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih personal. Dengan kontrol tata kelola berbasis AI, perusahaan dapat memantau pola akses data yang tidak biasa, menerapkan izin akses yang lebih detail, serta mematuhi berbagai aturan privasi global, sambil tetap menjaga kepercayaan pelanggan.

Transformasi Infrastruktur: Cerdas, Terpadu, dan Cepat

Halaman Selanjutnya

Menjawab tantangan keamanan dan tata kelola ini membutuhkan lebih dari sekadar pembaruan kebijakan; diperlukan pemikiran ulang secara mendasar terhadap infrastruktur data yang mendasarinya. Untuk mendukung perlindungan privasi di era AI, infrastruktur penyimpanan modern terus berevolusi dengan menghadirkan tiga kapabilitas utama yang krusial:

1 2 3

Tag

Ai

Netapp

Editor : Adam Rizal

Baca Lainnya

PROMOTED CONTENT

Latest

Berita

Begini Cara Mudah Download Video TikTok Favorit dengan SnapTik

4 jam yang lalu

Berita

Palo Alto Networks Ungkap Produk-Produk Baru: Tingkatkan Keamanan Siber AI

8 jam yang lalu

Berita

SUSE Perkuat Open Source dengan AI dan Inovasi Produk di SUSECON 2026

1 hari yang lalu

Berita

PDG Beroleh Pendanaan Ratusan Juta Dolar untuk Pengembangan Pusat Data

2 hari yang lalu

Berita

Commvault Ungkap Krisis Siber dan Resiliensi Data di Indonesia

2 hari yang lalu

Berita

Ketahanan Siber Terpadu, Fokus Utama Commvault SHIFT 2026 di Indonesia

2 hari yang lalu