Stevanus Luncurkan Program Olahan Ikan untuk Perangi Stunting di Yogyakarta
Aspek News - Regional
Yogyakarta
Oleh - Dyan Parwanto,
Editor - Rini Rustriani Lesti Handayani
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Upaya percepatan penurunan stunting terus digencarkan melalui berbagai pendekatan inovatif. Salah satunya dilakukan oleh Anggota DPRD DIY dari PSI, Raden Stevanus Christian Handoko, yang menggulirkan program Alih Teknologi Informasi (ATI) pengolahan makanan berbasis ikan di 14 kemantren Kota Yogyakarta.
Program yang berlangsung sejak bulan Februari hingga April 2026 ini merupakan hasil kolaborasi strategis bersama Dinas Kelautan dan Perikanan DIY sesuai dengan aspirasi masyarakat, serta melibatkan akademisi dan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional. Sasaran utamanya adalah kelompok ibu-ibu PKK, kader Posyandu, hingga remaja putri yang dinilai memiliki peran kunci dalam membentuk pola konsumsi keluarga.
Stevanus menegaskan bahwa persoalan stunting tidak bisa dilihat semata dari aspek ekonomi. Menurutnya, stunting bukan hanya soal kemiskinan, tetapi juga berkaitan erat dengan literasi gizi masyarakat yang masih perlu ditingkatkan.
Stevanus menilai, pemanfaatan ikan sebagai sumber protein hewani berkualitas tinggi masih belum optimal, terutama karena keterbatasan pengetahuan dalam pengolahan.
“Melalui program ATI ini, kami ingin mentransfer pengetahuan pengolahan makanan berbahan dasar ikan secara sederhana namun efektif agar ikan tidak lagi dianggap sebagai bahan pangan yang sulit diolah atau berbau amis,” katanya, Rabu, 15 April 2026.
Stevanus menekankan, pentingnya inovasi dalam penyajian agar ikan menjadi lebih menarik, khususnya bagi anak-anak pada fase krusial 1000 Hari Pertama Kehidupan. Ditegaskannya, ikan yang kaya Omega-3 harus bisa dihadirkan dalam bentuk yang disukai anak, sehingga konsumsi protein berkualitas dapat meningkat secara signifikan.
"Teknik pengolahan yang tepat juga berperan penting dalam menjaga kualitas gizi. Kita mengedukasi masyarakat agar memahami metode memasak yang tepat agar kandungan nutrisi tidak rusak,” ucapnya.
Stevanus mendorong, ada diversifikasi produk olahan ikan. Produk turunan seperti dimsum, kaki naga, nugget sehat, hingga olahan modern tanpa bahan pengawet menjadi solusi agar ikan lebih mudah diterima pasar.
Tak hanya berdampak pada kesehatan, program ini juga diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Pelatihan ini bukan sekadar edukasi, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menciptakan wirausaha baru di sektor pangan sehat berbahan dasar ikan,” ujarnya.
Stevanus memiliki visi besar terhadap lahirnya pelaku UMKM berbasis olahan ikan di tingkat lokal.
“Saya ingin muncul ‘local heroes’ di setiap kemantren. Ketika ibu-ibu mampu memproduksi dan memasarkan olahan ikan secara digital, kita tidak hanya menekan angka stunting, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya, mengungkapkan.
Program ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara legislatif, pemerintah daerah, mampu menghadirkan solusi konkret yang menyasar langsung akar persoalan, yakni peningkatan konsumsi makan ikan, meningkatkan kualitas gizi keluarga sekaligus pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Kata Kunci / Tags
Alih Teknologi Informasi Ikan Dinas Kelautan Perikanan DIY Diversifikasi Olahan Ikan Literasi Gizi Keluarga Omega 3 Anak Pencegahan Stunting Yogyakarta Stevanus Christian Handoko UMKM Pangan Sehat




