Solar Chapter: Solusi Berkelanjutan untuk Krisis Air di NTT
Pikiran Rakyat - Setelah 80 tahun Indonesia merdeka, masih banyak komunitas di sudut-sudut negeri yang harus berjuang untuk bisa merdeka dari krisis air. Di Nusa Tenggara Timur (NTT) misalnya, warga lokal harus berjalan kaki berjam-jam di bawah terik matahari membawa jerigen air untuk kebutuhan sehari-hari.
Mengamati realitas di NTT, Musika Wijaya, Founder dan Direktur Eksekutif Solar Chapter, terdorong untuk mencari jawaban atas satu pertanyaan: “ Apa yang bisa saya lakukan untuk berkontribusi secara nyata bagi Indonesia?” Dari sini, tercetus ide pemanfaatan tenaga surya untuk membangkitkan sistem air di salah satu provinsi dengan tingkat krisis air terparah. Didorong oleh keinginan Mustika mengatasi krisis air, Solar Chapter lahir sebagai yayasan yang fokus pada penyediaan sistem air bersih berkelanjutan sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal.
Mengalirkan Harapan di Bumi NTT
Perjalanan awal Solar Chapter dimulai di Desa Umutnana di Kabupaten Malaka, tempat Mustika bertemu Ba’i Nikodemus, seorang tetua desa yang menjadi inspirasi gerakan ini. Dari harapannya agar anak-cucunya tidak lagi harus berjalan jauh demi air bersih, lahirlah gerakan #MengalirSampaiAnakCucu, suatu komitmen Solar Chapter untuk memastikan air yang mengalir hari ini tetap tersedia bagi generasi mendatang. Desa Umutnana pun menjadi desa pertama di NTT yang mencapai 100% akses air bersih, menjadi pilot project dan model bagi desa-desa lain yang masih menghadapi krisis air serupa.
Berbeda dengan sistem air yang telah dibangun di NTT sebelumnya, Solar Chapter menghadirkan solusi air yang berkelanjutan dan berdampak luas, dengan model partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam setiap tahap, mulai dari skema pendanaan kolaboratif yang melibatkan dana desa, perencanaan sistem instalasi, hingga pemeliharaaan. Kini anggota komite air mampu mendeteksi dan menangani masalah secara mandiri, menumbuhkan rasa kepemilikan dan kemandirian yang berkelanjutan.
Kini, setelah delapan tahun berkontribusi, Solar Chapter telah menjangkau 32 desa di NTT dan memberi dampak nyata bagi lebih dari 27.000 warga dengan menghadirkan 1.045 keran air bersih, melibatkan 520 pemuda, serta memproduksi sekitar 1,57 juta liter air setiap hari.. “Pencapaian ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi kolaborasi dengan komunitas sebagai mitra sejati. Ke depan, Solar Chapter berfokus pada peningkatan kapasitas teknis dan sosial masyarakat, serta berbagi praktik terbaik sebagai mitra masyarakat, agar akses air bersih di NTT menjadi solusi berkelanjutan jangka panjang” ujar Mustika.
Melalui inisiatif Indonesia Merdeka Air yang telah berjalan sejak tahun 2023, Mustika bersama timnya memperkenalkan pendekatan sistem terpadu yang melibatkan peran aktif masyarakat. Inisiatif ini kemudian diperkuat dengan peluncuran platform digital Mengalir.co di awal tahun 2025, yang menghadirkan inovasi dalam penyediaan informasi akses air bersih bebasis citizen-generated data menggunakan pendekatan partisipatif. Hal ini memungkinkan pemetaan dan pengumpulan informasi langsung dari tingkat masyarakat, sehingga memberikan gambaran kondisi akses air bersih di NTT secara lebih akurat dan r eal-time.
Mustika menyadari bahwa inovasi tidak boleh terhenti pada pengembangan teknis saja, sebab teknologi hanya efektif jika diimbangi dengan pemberdayaan masyarakat agar dapat dimanfaatkannya secara berkelanjutan. Menjawab kebutuhan ini, Solar Chapter menghadirkan Solar Champions, sebuah program belajar untuk 10 warga di setiap desa untuk bekal mereka memastikan air mengalir sampai anak cucu di desanya dan juga penguatan kapasitas untuk 50 masyarakat NTT yang memiliki latar belakang di bidang air dan energi surya untuk bisa menjadi fasilitator teknis bidang air di NTT. Mereka juga dibekali pengetahuan mendalam, mulai dari konservasi sumber mata air, perencanaan program air, pemeliharaan sistem tenaga surya, hingga pengelolaan lembaga air bersih, atau yang dikenal dengan komite air.




