SESAPI Karangasem Perkenalkan Ogoh-Ogoh Ramah Lingkungan Sambut Tahun Caka 1948
AMLAPURA, NusaBali.com – Komunitas Semanga Art (SESAPI) yang berbasis di Desa Sidemen, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyambut Tahun Baru Caka 1948 melalui karya ogoh-ogoh kreatif dan ramah lingkungan.
I Komang Wiryanata (21), yang akrab disapa Mang Wira, selaku undagi atau arsitek ogoh-ogoh, mengatakan komunitasnya memulai proses pembuatan sejak 12 Januari 2026. Meski dengan anggaran terbatas, sekitar Rp 3 juta, pihaknya menekankan kualitas tetap menjadi prioritas.
“Kami berstatus komunitas, bukan Sekaa Teruna, sehingga anggaran minimal tidak menjadi penghalang. Walau dana terbatas, karya tetap bisa berkesan dan bermakna,” ujarnya.
Tahun ini SESAPI menghadirkan dua tokoh karakter dalam ogoh-ogoh yang dirancang simpel namun berwibawa. Kerangka dasar dibuat dari kayu dan bahan ramah lingkungan lain, serta memanfaatkan hasil kebun dan sampah organik sebagai bagian dari materi kreativitas.
“Bahan ramah lingkungan ini justru memberi tantangan sekaligus kesempatan untuk berkreasi. Selama 11 tahun terakhir, kami mampu menghasilkan ogoh-ogoh bernilai tinggi hanya dari bahan seadanya,” imbuh Mang Wira.
Meski tidak mengikuti lomba tingkat kabupaten, komunitas SESAPI rutin berpartisipasi dalam ogoh-ogoh mini dan tapel, bahkan beberapa kali meraih prestasi. Menurutnya, perkembangan teknologi, khususnya AI, dapat mendukung pembuatan sketsa dan desain ogoh-ogoh sehingga karya Bali Timur dapat lebih dikenal masyarakat luas.
“Kami berharap ke depan ada lomba ogoh-ogoh antar kecamatan di Karangasem, sehingga bukan sekadar tontonan, tapi juga dapat memajukan UMKM, pariwisata, dan potensi SDM lokal,” katanya.
Mang Wira menekankan bahwa event seperti ogoh-ogoh dapat menjadi media edukasi dan pelestarian budaya, sekaligus selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali Era Baru dan tema Atma Kerthi 2026.
“Dengan dukungan pemerintah dan keterlibatan komunitas, kami optimistis ogoh-ogoh tidak hanya jadi tradisi, tapi juga sarana meningkatkan kualitas SDM dan kesejahteraan masyarakat Karangasem,” pungkasnya. *m03




