Sekolah Rakyat Kotim Sasar Pembangunan Gedung Baru dan Akreditasi 2026
Foto:IST/MATA KALTENG - Suasana kelas Sekolah Rakyat.
Share on Facebook Share on Twitter
SAMPIT – Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ditargetkan rampung pada Juli 2026, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat dimulai penuh paling lambat Agustus 2026. Gedung baru tersebut dirancang dua lantai dengan total 27 rombongan belajar (rombel).
Kepala Sekolah Rakyat Kotim, Nikkon Bhastari, menjelaskan komposisi awal yang dirancang adalah 9 rombel SD, 9 rombel SMP dan 9 rombel SMA. Namun berdasarkan pola kebutuhan di lapangan, kemungkinan komposisinya akan disesuaikan.
Baca juga berita lainnya
Mahasiswa UPR Dapat Pembekalan Hukum Asuransi dan Pengangkutan dari Columbanus Priaardanto
Unggulan Lama Tetap Kuat, Kotim Tambah Panjat Tebing di O2SN 2026
Ratusan Pelajar Ramaikan Ajang Seni dan Olahraga, Disdik Kotim Dorong Lahirnya Talenta Berprestasi
Keterbatasan SDM Sekolah di Pelosok, Disdik Kotim Siapkan Pemetaan Ulang Kebutuhan Tenaga
“Kalau melihat kondisi di Kotim, sepertinya SD memerlukan sampai 12 rombel, sementara SMP mungkin 6 atau 9. Karena mayoritas murid kita itu jenjang SD,” ujarnya, Senin 2 Maret 2026.
Saat ini, kegiatan belajar masih menggunakan gedung sementara dengan keterbatasan ruang dan tenaga pengajar. SD berjalan lima rombel namun menggunakan sistem kelas rangkap, seperti kelas 1 dan 2 digabung, serta kelas 3 dan 4 digabung karena kekurangan guru dan ruang belajar.
Untuk tenaga pengajar, total guru SD saat ini 16 orang, sementara kebutuhan ideal mencapai 24 orang. Selain itu terdapat tambahan 3 petugas asrama putra, 10 wali asuh, serta 1 koordinator, sehingga total tenaga kependidikan tahun 2026 mencapai 16 orang di luar guru. Namun jumlah ini dinilai masih kurang.
Nikkon juga menyoroti tantangan akademik siswa. Dalam dua bulan terakhir, ditemukan banyak siswa belum bisa membaca akibat gangguan penglihatan maupun faktor psikologis.
“Beberapa murid kami berikan kacamata setelah dianalisis ulang. Ada juga yang harus dirujuk ke dokter karena gangguan psikologis,” jelasnya.
Tahun ini, pihak sekolah menargetkan pengajuan akreditasi, khususnya untuk jenjang SD yang sudah berjalan satu semester. Ia menegaskan akreditasi penting agar kelulusan siswa memiliki kejelasan administratif.
“Kalau tidak ada akreditasi, susah mengurus kelulusannya walaupun statusnya sekolah negeri. Untuk SMA kami belum berani membuka kelas 12 karena akreditasi belum ada, nanti ijazahnya bisa bermasalah,” tegasnya.
Dengan target lebih dari 1.000 peserta didik, pembangunan gedung baru dan pemenuhan akreditasi menjadi dua fokus utama Sekolah Rakyat Kotim sepanjang 2026 agar operasional berjalan maksimal dan legalitas pendidikan siswa terjamin.
(dia/matakalteng)
Share6 Tweet4 Send Share Share Send Scan
Previous Post
Tahun 2026 Kuota 1.080 Siswa Disiapkan, Sekolah Rakyat Kotim Buka Penjaringan Berbasis Data Desil
Next Post
Lahan Pertanian dan Perkebunan di Kawasan Hutan Jadi Kendala Warga Teluk Sampit
Berita Terkait
Palangka Raya
Mahasiswa UPR Dapat Pembekalan Hukum Asuransi dan Pengangkutan dari Columbanus Priaardanto
Rabu, 6 Mei 2026
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur
Unggulan Lama Tetap Kuat, Kotim Tambah Panjat Tebing di O2SN 2026
Senin, 27 April 2026
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur
Ratusan Pelajar Ramaikan Ajang Seni dan Olahraga, Disdik Kotim Dorong Lahirnya Talenta Berprestasi
Senin, 27 April 2026
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur
Keterbatasan SDM Sekolah di Pelosok, Disdik Kotim Siapkan Pemetaan Ulang Kebutuhan Tenaga
Sabtu, 25 April 2026
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur
Sekolah Alam Dinilai Jadi Solusi Pendidikan Modern, Disdik Kotim Siap Kolaborasi Cetak SDM Global
Jumat, 24 April 2026
Pendidikan
Juli Mulai Beroperasi, Sekolah Alam di Sampit Siapkan Kurikulum Global hingga Kearifan Lokal
Jumat, 24 April 2026
Load More
Discussion about this post




