Scott McTominay: Kritik terhadap Sepak Bola Modern dan Transformasi di Napoli
Sumber Foto: Mureks
Olahraga

Scott McTominay: Kritik terhadap Sepak Bola Modern dan Transformasi di Napoli

Gelandang internasional Skotlandia, Scott McTominay, melontarkan kritik pedas terhadap sepak bola modern, menyebutnya “terlalu lembek” dan menyesali hilangnya tekel-tekel keras yang ia pelajari sejak muda. Pemain berusia 29 tahun itu juga membagikan pengalamannya mengenai adaptasi taktis yang signifikan sejak bergabung dengan Napoli dari Manchester United pada tahun 2024.

McTominay, yang kini menjadi bagian penting dalam skema permainan berintensitas tinggi Antonio Conte di Napoli, merasa kesulitan menyesuaikan gaya bermainnya yang agresif dengan sensitivitas wasit di Serie A. Ia berpendapat bahwa “kejujuran” dari tekel keras kini semakin jarang terlihat akibat budaya simulasi yang marak.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

“Saya pikir sepak bola semakin lembut. Beberapa keputusan terlalu lembut,” kata McTominay kepada Corriere dello Sport. “Saya tidak terbiasa merasa seperti ini saat masih kecil: mereka mengajarkan kami untuk melakukan tekel dengan kejujuran dan kekuatan. Sekarang, sentuhan sekecil apa pun bisa berakibat kartu kuning.”

Ia menambahkan, “Bukan tugas saya untuk menarik kesimpulan, tapi saya pikir ada terlalu banyak perhatian, terlalu banyak sensitivitas.”

Adaptasi dan Transformasi Taktis di Italia

Meskipun memiliki keluhan terhadap wasit, transisi McTominay ke kehidupan di Italia berjalan mulus. Ia diterima hangat oleh para pendukung Neapolitan yang mengidentifikasi diri dengan persona “pejuang”nya di lapangan. Di luar lapangan, ia merasa budaya Italia Selatan mengingatkannya pada kampung halamannya.

Di bawah bimbingan Conte, McTominay telah mengalami transformasi taktis yang signifikan. Jika di Old Trafford ia sering ditempatkan dalam peran defensif, kini ia menempati peran yang lebih dinamis, menuntut pemahaman mendalam tentang ruang dan pergerakan. Catatan Mureks menunjukkan, sejak pindah ke Naples pada 2024, ia telah mencetak 23 gol dan 10 assist dalam 70 penampilan di semua kompetisi.

“Di Napoli, saya berkembang baik dari segi taktik maupun fisik. Secara taktik, Italia berbeda dari Premier League,” jelasnya. “Saya harus beradaptasi dan belajar dengan cepat cara bermain, gerakan apa yang harus dilakukan… bagaimana menjadi ancaman di area lawan dan juga bagaimana bertahan. Kurva pembelajaran yang indah.”

McTominay juga memuji pengaruh Conte. “Antonio adalah pelatih hebat, sangat kuat, dan penuh gairah. Dia sangat mengerti sepak bola. Dia berbeda dari siapa pun yang pernah saya miliki di masa lalu. Rasa ketidakpastian yang dia tanamkan: dengan dia, Anda harus memberikan yang terbaik atau Anda akan bermasalah. Kerja keras yang Anda lakukan di balik pintu tertutup akan terlihat dalam pertandingan.”

Ia menegaskan kebahagiaannya di Napoli dan membayangkan dirinya bertahan untuk waktu yang lama. “Keluarga saya bahagia, saya juga bahagia. Selama semua orang dalam hidup saya bahagia, saya pun bahagia.”

Ambisi Scudetto dan Tantangan Cedera

Fokus utama McTominay saat ini adalah memberikan yang terbaik untuk Napoli. Meskipun mengalami masalah tendon ringan, ia bertekad untuk tetap menjadi pemain reguler dalam starting XI saat Partenopei berusaha mempertahankan harapan meraih gelar Scudetto.

Napoli saat ini berada di peringkat ketiga klasemen Serie A dengan 50 poin dari 25 pertandingan, empat poin di belakang AC Milan yang berada di peringkat kedua dan 11 poin di belakang Inter yang memimpin klasemen. Partenopei dijadwalkan menghadapi Atalanta di Bergamo pada Minggu, 23 Februari 2026.

“Kita perlu terus bekerja seperti biasa, tanpa terlalu banyak membicarakan kejuaraan. Mari kita ambil satu pertandingan demi satu dan lihat bagaimana hasilnya,” katanya. “Saya masih belum tahu apakah akan bermain pada Minggu. Saya memiliki masalah tendon yang perlu diatasi; itu tidak mudah. Saya berusaha sekuat tenaga untuk bisa bermain.”