Samsung Kuasai Pasar DRAM Global Kembali di Kuartal IV
Sumber Foto: ANTARA News
Internasional

Samsung Kuasai Pasar DRAM Global Kembali di Kuartal IV

Aspek News - waktu baca 2 menit

Jakarta (ANTARA) - Samsung Electronics Co. kembali merebut posisi teratas di pasar global dynamic random-access memory (DRAM) pada kuartal keempat tahun lalu.

Capaian tersebut didorong oleh peningkatan penjualan high bandwidth memory (HBM) oleh perusahaan, menurut data yang dirilis Kamis, sebagaimana diberitakan kantor berita Korea Selatan Yonhap.

Berdasarkan data firma riset pasar TrendForce, penjualan DRAM Samsung Electronics pada periode Oktober-Desember mencapai 19,3 miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp323 triliun), naik 43 persen dibanding kuartal sebelumnya, dengan pangsa pasar sebesar 36 persen.

Baca juga: Deretan fitur-fitur AI unggulan pada Samsung Galaxy S26

SK hynix Inc. mencatat kenaikan penjualan DRAM sebesar 25,2 persen secara kuartalan menjadi 17,2 miliar dolar AS (Rp288 triliun) pada kuartal keempat, sehingga turun ke posisi kedua dengan pangsa pasar 32,1 persen.

Perusahaan asal Amerika Serikat, Micron Technology Inc., berada di peringkat ketiga dengan penjualan DRAM sebesar 12 miliar dolar AS (Rp201 triliun) dan menguasai 22,4 persen pasar.

Capaian tersebut menjadi pertama kalinya Samsung kembali memimpin pasar DRAM sejak kehilangan posisi puncak pada kuartal pertama 2025, yang juga menjadi kali pertama dalam 33 tahun perusahaan kehilangan gelar tersebut.

Pengamat industri menyebut perubahan pangsa pasar terjadi setelah Samsung Electronics mulai memasok chip HBM generasi kelima kepada Nvidia serta memperluas produksi produk memori lama di tengah kenaikan harga belakangan ini.

Baca juga: Harga RAM global meroket, ASUS pastikan harga produk naik pada 2026

Baca juga: iPhone 18 dikabarkan bakal dapat peningkatan RAM

Baca juga: Indonesia paparkan hasil penerapan AI-RAM di forum internasional

Penerjemah: Fathur Rochman

Editor: Natisha Andarningtyas

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.