RunSight dari LAMBINO Masuk 10 Besar Global di Samsung Solve For Tomorrow
Sumber Foto: Pricebook
Internasional

RunSight dari LAMBINO Masuk 10 Besar Global di Samsung Solve For Tomorrow

Inovasi kecerdasan buatan (AI) dari Indonesia kembali mencuri perhatian global. RunSight, kacamata pintar berbasis AI yang dikembangkan oleh LAMBINO tim mahasiswa Universitas Indonesia (UI), resmi terpilih sebagai salah satu dari 10 tim terbaik dunia dalam ajang Samsung Solve For Tomorrow (SFT) Global Ambassador.

Pencapaian ini bukan sekadar kemenangan kompetisi, tetapi juga penanda bahwa solusi teknologi berbasis kebutuhan lokal mampu bersaing di panggung internasional.

RunSight adalah kacamata pintar berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk membantu pelari dengan gangguan penglihatan berlari lebih aman melalui panduan suara secara real-time.

Perangkat ini memanfaatkan sensor visual untuk membaca kondisi lingkungan sekitar, lalu memproses data tersebut menggunakan algoritma AI. Sistem kemudian mengubah informasi visual menjadi instruksi suara yang membantu pengguna menghindari hambatan dan menjaga arah lari.

Dengan pendekatan ini, RunSight menghadirkan solusi inklusif di bidang olahraga, area yang selama ini belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas visual.

“Mengikuti Samsung Solve for Tomorrow adalah perjalanan yang benar-benar mengubah cara kami melihat diri kami sendiri dan potensi yang kami miliki. Kami merasa sangat bahagia dan bangga bisa membawa nama Indonesia sebagai Global Ambassador. Bagi kami, ini bukan hanya tentang memenangkan sebuah program, tetapi tentang membuktikan bahwa ide yang lahir dari kepedulian bisa tumbuh menjadi solusi nyata yang berdampak. Kami berharap pencapaian ini bisa menginspirasi lebih banyak anak muda Indonesia untuk berani bermimpi lebih besar, berinovasi dengan empati, dan percaya bahwa karya mereka bisa memberi arti bagi banyak orang,” ujar Anthony Edbert Feriyanto, Tim Labmino.

Cara Kerja RunSight dalam Mendukung Pelari Tunanetra

Secara sederhana, mekanisme kerja RunSight terdiri dari beberapa tahap. Sensor menangkap objek atau kondisi jalur di depan pengguna. Data visual tersebut diproses secara instan oleh sistem AI untuk mendeteksi potensi risiko, seperti rintangan atau perubahan permukaan. Dalam hitungan detik, sistem mengirimkan instruksi suara kepada pengguna agar dapat menyesuaikan langkahnya.

Proses ini berlangsung tanpa jeda signifikan, memungkinkan pelari tetap menjaga ritme tanpa kehilangan orientasi. Integrasi antara perangkat keras (wearable) dan kecerdasan buatan inilah yang menjadi kekuatan utama RunSight.

Mengapa RunSight Relevan di Era AI Indonesia?

Transformasi digital di Indonesia semakin mengarah pada pemanfaatan AI di berbagai sektor. Namun sebagian besar inovasi masih berfokus pada efisiensi bisnis dan produktivitas industri.

RunSight menghadirkan pendekatan berbeda: AI untuk inklusi sosial.

Inovasi ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia tidak hanya mampu mengembangkan teknologi canggih, tetapi juga memahami pentingnya dampak sosial dari solusi yang mereka ciptakan. Dalam konteks global, teknologi bantu (assistive technology) berbasis AI menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan signifikan, seiring meningkatnya kesadaran terhadap aksesibilitas dan inklusivitas.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menegaskan pentingnya peran inovasi dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi sebagai fondasi transformasi bangsa, “Kami bangga melihat Tim Labmino mampu berdiri sejajar dan berkontribusi di forum global. Inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi seperti ini menunjukkan potensi besar generasi muda Indonesia dalam menjawab tantangan nyata menuju Indonesia Emas 2045. Kami juga mengapresiasi inisiatif Samsung melalui Solve for Tomorrow yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pendidikan dan ekosistem inovasi, dengan membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan solusi berbasis teknologi yang berdampak sosial.”

Program Samsung Solve For Tomorrow merupakan inisiatif global dari Samsung Electronics Indonesia yang bertujuan mendorong generasi muda mengembangkan solusi berbasis STEM dan teknologi terhadap permasalahan nyata di masyarakat.

RunSight buatan LAMBINO ini sebelumnya dinobatkan sebagai pemenang Samsung Solve For Tomorrow Indonesia 2025. Setelah melalui seleksi regional dan global yang ketat, tim dari Universitas Indonesia tersebut akhirnya terpilih sebagai Top 10 SFT Global Ambassador.

Status ini menempatkan Indonesia dalam jajaran negara dengan inovasi AI berdampak sosial yang diakui di tingkat dunia.

Pencapaian Tim Labmino mendapat apresiasi dari Samsung sebagai wujud nyata kepemimpinan muda berbasis inovasi. Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, menyampaikan, “Kami sangat bangga atas terpilihnya Tim Labmino sebagai SFT Global Ambassador. Ini tentu adalah sebuah pencapaian yang sangat membanggakan bagi kami dan bagi Indonesia. Melalui pencapaian ini, semakin membuktikan bahwa AI yang bermakna adalah AI yang mampu memberdayakan manusia, dan perjalanan Tim Labmino menjadi contoh bagaimana empati dan teknologi dapat bersatu untuk menciptakan inovasi berdampak di tingkat global.”

Meski belum ada pengumuman resmi terkait komersialisasi, pengakuan global ini membuka peluang besar bagi pengembangan lebih lanjut, baik dalam bentuk startup teknologi, kolaborasi industri, maupun penguatan riset lanjutan.

Jika dikembangkan secara komersial, RunSight berpotensi masuk dalam kategori wearable assistive AI device, segmen yang terus berkembang di pasar global.

Keberhasilan RunSight dan LAMBINO menduduki tahta TOP 10 SFT Global Ambassador memperlihatkan bahwa inovasi AI dari Indonesia mampu menjawab kebutuhan universal dengan pendekatan yang inklusif dan aplikatif.